Alokasi Waktu Penerbitan di LIPI Press
Oleh Administrator

Alokasi Waktu Penerbitan di LIPI Press

28 Juli 2017  |  Berita

Tata kelola alokasi waktu penerbitan buku di LIPI Press memasuki babak baru. Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, kini alokasi waktu penerbitan buku di LIPI Press menjadi kian terstandar. 

                                    

Ini ditandai dengan komitmen LIPI Press dalam menerapkan sistem manajemen mutu layanan penerbitan ilmiah berbasis International Standard Oragnization (ISO) 9001:2008 pada 15 Desember 2015. Penerapan sistem manajemen mutu ini mensyaratkan agar seluruh layanan—dari awal penerimaan naskah hingga produk yang dihasilkan—di LIPI Press terstandar semua, termasuk alokasi waktu layanan penerbitan ilmiah. Seratus hari kerja adalah alokasi waktu yang ditetapkan untuk total solusi penerbitan di LIPI Press: 40 hari kerja proses penelaahan, 50 hari kerja proses pracetak, dan 10 hari kerja proses cetak. Seratus hari kerja dihitung hanya pada saat posisi naskah sedang berada di LIPI Press, sedangkan posisi naskah yang sedang berada di penulis tidak masuk dalam hitungan layanan.

 

Menjawab Kebutuhan Pelanggan

Sebagai satuan kerja di LIPI yang bertugas melayani penerbitan ilmiah secara korporat, LIPI Press dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dan juga terbitan ilmiahnya. Perubahan-perubahan strategis telah dilakukan dalam satu dekade terakhir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Penerapan sistem manajemen mutu bidang layanan terbitan ilmiah berbasis ISO 9001:2008 merupakan perubahan paling mutakhir yang dilakukan oleh LIPI Press.

 

Dengan semakin terstandarnya waktu proses penerbitan berbasis implementasi ISO, kritik dan keluhan pelanggan terkait lamanya proses penerbitan di LIPI Press tentu tak menjadi soal lagi. Definisi ‘lama’ itu seberapa? Belum tentu dalam satu kali proses penerbitan, naskah berada di LIPI Press lebih lama ketimbang naskah saat revisi di penulis. Data statistik menunjukkan bahwa rata-rata total kinerja tiap proses penerbitan di LIPI Press pada tahun 2016 tidak sampai menyentuh 90 hari kerja (36 hari kerja proses penelaahan, 41 hari kerja proses pracetak, dan 10 hari kerja untuk proses percetakan).

 

Membandingkan Waktu Penerbitan di LIPI Press dengan Penerbit Lain

Selama ini pelanggan membandingkan alokasi waktu penerbitan LIPI Press dengan waktu penerbitan di penerbit nasional lainnya, seperti Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) ataupun Graha Ilmu. LIPI Press dinilai lebih lama dalam memproses satu terbitan buku ilmiah. Berbeda dengan YPOI atau Graha Ilmu yang dapat menerbitkan naskah hanya dalam hitungan hari saja.

 

Terkait persoalan ini, hal yang semestinya disoroti adalah keberadaan Dewan Editor atau tim penilai kelayakan substansi naskah.Dalam hal ini, YPOI tidak memiliki Dewan Editor yang mempertimbangkan substansi naskah berdasarkan kacamata kepakaran. Sebagaimana teori kekuasaan oleh Michel Foucault, YPOI langsung memproses pracetak naskah buku ilmiah yang didapat—dari peneliti LIPI—tanpa ditelaah dari segi substansi sebab keyakinan akan kualitas dan embel-embel LIPI yang melekat pada diri sang penulis.

 

Sementara itu, LIPI Press tidak demikian. LIPI Press tetap memberlakukan proses penelaahan naskah dari segi substansi untuk menjamin mutu kualitas terbitannya. Apabila ada revisi, naskah akan dikembalikan ke penulis. Itulah mengapa waktu yang diperlukan untuk melakukan proses bisnis penerbitan di LIPI Press menjadi lebih lama daripada penerbit lain. Meski lebih lama, itu bukan berarti sangat lama sebab ada hal yang lain yang perlu dijaga: mutu dan kualitas terbitan. (SPD)

 

Oleh sebab itu, adalah kurang tepat membandingkan LIPI Press dengan penerbit nasional di Indonesia lainnya sebab LIPI Press mengkhususkan diri pada bidang penerbitan ilmiah nasional, sedangkan penerbit-penerbit tersebut tidak. Terbitan yang mereka hasilkan tidak selalu buku ilmiah, ada kalanya mereka juga menerbitkan naskah dalam bentuk textbook dan juga fiksi. Belum lagi eksistensi jajaran dewan editor/penelaah ahli yang belum terbentuk sehingga proses penelaahan naskah dari segi substansi pun belum berjalan.

 

Membandingkan LIPI Press paling tepat adalah dengan penerbit ilmiah lain yang juga mengkhususkan diri hanya pada bidang ilmiah, seperti ISEAS di Singapura atau Brill di Belanda. Total waktu penerbitan yang mereka perlukan bahkan dapat mencapai hitungan tahun dengan 1 kali proses penelahaan sekitar 2–3 bulan, hampir sama dengan LIPI Press yang menargetkan waktu 40 hari kerja atau setara dengan 2 bulan. Bahkan di Brill hasil telaah yang tergolong mayor dapat memakan waktu selama satu tahun saat proses revisi di penulis. Di LIPI Press, alokasi waktu revisi (mayor) yang diberikan untuk penulis adalah maksimal tiga bulan, lewat dari waktu tersebut, surat peringatan akan kami layangkan.

 


Semua ini dilakukan untuk menjaga ketepatan waktu proses penerbitan di LIPI Press. Meskipun penerapan ISO hanya menghitung layanan penerbitan selama naskah berada di LIPI Press, waktu revisi naskah di penulis juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap total waktu penerbitan secara keseluruhan. Dengan demikian, diperlukan komitmen dari kedua belah pihak, baik LIPI Press maupun penulis, untuk bersama-sama menepati standar waktu penerbitan di LIPI Press sebagaimana ditetapkan.

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi