Ancaman Bawah Permukaan Jakarta: Tak Terlihat, Tak Terpikirkan, dan Tak Terduga
Oleh Administrator

Ancaman Bawah Permukaan Jakarta: Tak Terlihat, Tak Terpikirkan, dan Tak Terduga

01 Februari 2016  |  Buku

Penulis: Robert M. Delinom

Kondisi lingkungan bawah permukaan, sejauh ini, belum menjadi bahan pertimbangan bila terjadi sesuatu permasalahan dipermukaan, seperti banjir, amblesan, atau perubahan kualitas air di suatu daerah. Sangat sulit untuk mengubah paradigma 'out of sight, out of mind' menjadi paradigma yang mengikutsertakan faktor yang tidak terlihat. Begitu juga yang terjadi di Cekungan Jakarta, semua permasalahan yang berhubungan dengan banjir, amblesan, perubahan kualitas air, biasanya hanya dihubungkan dengan iklim, atau perubahan tutupan lahan, tanpa mengikutsertakan faktor kondisi geologi Jakarta yang khas dalam analisis terhadap permasalahan yang terjadi. 
Bunga rampai ini membahas mengenai kondisi air bawah tanah Jakarta dan hal-hal yang memengaruhinya, seperti pengaruh kegiatan manusia terhadap kualitas dan kuantitas air, suhu ekstrem (heat island), intrusi air laut, dan kondisi pencemaran teluk Jakarta, serta kondisi sosial ekonomi yang juga memengaruhi kondisi lingkungan bawah permukaan Jakarta. Selain itu, buku ini juga mengupayakan suatu konsep pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan kondisi pada saat ini dan kemungkinan perubahan di masa mendatang.
Bunga rampai ini merupakan sumber referensi yang tepat untuk memahami perkembangan dan permasalahan sebuah kota, khususnya Jakarta, baik dalam pengelolaan tata ruang, pelestarian lingkungan, pengembangan wilayah, maupun penanggulangan permasalahan lingkungan bawah permukaan tanah.

Copyeditor Tantrina Dwi Aprianita
Layouter : Siti Qomariah, Prapti Sasiwi, dan Rahma Hilma Taslima
Cover designer  : Rusli Fazi
Registrasi :  ISBN 978-979-799-843-1 (13/11/15)
Halaman : 313 hlm.
Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2015 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi