Bimtek Penulisan Buku Ilmiah di Balai Besar Industri Agro
Oleh Sarwendah Puspita Dewi

Bimtek Penulisan Buku Ilmiah di Balai Besar Industri Agro

05 April 2019  |  Berita

Bogor–Pada Selasa (2/4) LIPI Press berkesempatan berbagi pengetahuan terkait pembuatan dan proses penerbitan buku kepada teman-teman peneliti dan perekayasa di Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian.

Peneliti dan perekayasa di lingkungan BBIA dituntut untuk dapat menghasilkan enam karya buku ilmiah pada tahun ini yang menjadi indikator Perjanjian Kerja (PK) mereka. “Urgensi penerbitan enam buku ilmiah ini dilandasi oleh peraturan terbaru yang mewajibkan seluruh pemegang jabatan fungsional peneliti untuk mampu menghasilkan karya tulis ilmiah dalam bentuk buku,” tutur Yulma Santi yang menjabat sebagai Kepala Tata Usaha BBIA, pada saat pidato pembukaan.

Hadirnya dua narasumber dari LIPI Press, yakni Prapti Sasiwi dan Sarwendah Puspita Dewi, diharapkan mampu memberikan gambaran/arahan terkait penulisan buku ilmiah sebagaimana ketentuan yang berlaku. “Minimnya pengetahuan kami dalam menulis buku mendorong keinginan kami untuk mengundang narasumber dari luar. LIPI Press sebagai penerbit LIPI yang memiliki kapasitas terkait proses penulisan dan penerbitan karya tulis ilmiah, dalam hal ini buku ilmiah, kami harap bersedia untuk berbagi pengetahuan terkait hal itu,” ucap Yulma.

Untuk membuka cakrawala 29 peserta Bimbingan Teknis “Penulisan Buku Ilmiah” terkait jenis buku yang akan ditulis, Prapti memulai paparannya mengenai jenis-jenis terbitan dan mekanisme penerbitan buku ilmiah. Tak luput di dalamnya juga terangkum materi tentang format dan sistematika buku ilmiah dan bunga rampai.

Sementara itu, untuk mempertajam pengetahuan peserta terkait bagaimana memfinalisasi penulisan suatu karya tulis ilmiah agar minim kesalahan sebelum akhirnya dikirim ke penerbit, Sarwendah mengemas gagasan tersebut dalam satu bahasan berjudul ‘copy editing’. Satu tulisan milik peserta bernama Hendra, menjadi objek kajian praktik copy editing yang dilakukan oleh Sarwendah di hadapan para peserta.

Perpaduan materi yang disampaikan rupanya menggugah semangat peserta untuk mampu menulis dan segera menghasilkan enam buku ilmiah tahun ini. Ini tecermin dari pertanyaan yang mereka lontarkan secara silih berganti. Para peserta sangat pro aktif selama acara berlangsung.

Selain antusias mempertanyakan teknis penulisan buku ilmiah, mereka juga sedikit cemas memikirkan keberhasilan penerbitan buku ilmiah mereka mengingat mereka baru memahami bahwa perlu waktu sekitar enam bulan untuk proses penerbitan buku. Di lain pihak, belum ada satu manuskrip pun yang siap untuk dikirim ke penerbit.

Setelah mendengarkan pemarapan materi dan melakukan tanya jawab selama hampir 4 jam, peserta akhirnya berkesimpulan bahwa mereka harus fokus dan konsisten untuk segera menulis agar target penerbitan enam buku ilmiah tahun ini dapat terealisasi. /spd/

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi