Editor LIPI Press Jalani Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi
Oleh Administrator

Editor LIPI Press Jalani Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi

13 Agustus 2020  |  Berita

Pesera Uji Gelombong Pagi

Jakarta – Rabu (12/8) di tengah suasana kenormalan baru, sejumlah editor LIPI Press mengikuti kegiatan Uji Sertifikasi Penulis Buku Nonfiksi dan Editor. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (LSP-PEP) yang bekerja sama dengan Balai Media dan Reproduksi (LIPI Press) dalam penyelenggaraan pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu dan penyelenggaraan uji kompetensi/sertifikasi sesuai dengan Pedoman BNSP.

Kegiatan sertifikasi dilaksanakan di Ruang Seminar Lt.2, Gedung PDDI-LIPI dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada di lingkungan LIPI. Pada kesempatan tersebut, sejumlah 18 staf Editor LIPI Press hadir mengikuti Uji Sertifikasi Profesi dalam bidang Penulisan-Penerbitan. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi dua kelompok dengan dua gelombang, pagi dan siang.

Dalam sambutannya, Risma Wahyu Hartiningsih menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (LSP-PEP) atas kesempatan yang sangat berharga ini. Menurutnya, “Sertifikasi ini sangat penting bagi LIPI Press sebagai salah satu satuan kerja di lingkungan LIPI yang memiliki tugas dan fungsi menyelenggarakan kegiatan penerbitan ilmiah. Dalam hal ini, kegiatan penerbitan ilmiah dimotori oleh SDM yang berprofesi sebagai editor. Karenanya, Sertifikasi kompetensi ini menjadi salah satu bentuk pengakuan pada profesi editor yang selama ini kami jalani. Semoga dengan adanya sertifikasi ini dapat menjadi pemicu agar kita (editor) dapat bekerja lebih profesional dan Profesi Editor semakin diakui,” tegas pelaksana tugas Kepala Seksi Penyiapan Bahan dan Produksi LIPI Press ini.

Selanjutnya, Epik Finilih selaku Manajer Sertifikasi LSP-PEP menyampaikan bahwa untuk menjalani suatu profesi dalam bidang apa pun tentu ada standar kompetensi yang diperlukan. Menurutnya, sertifikasi merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghargaan pada suatu profesi. “Uji sertifikasi dalam bidang penulisan-penerbitan ini menjadi penting untuk menunjukkan bahwa kita memang layak dan kompeten dalam melakukan pekerjaan yang kita jalani ini,” jelasnya.

“Dalam melakukan penyuntingan naskah, seorang editor harus memiliki standar kompetensi. Melalui uji sertifikasi ini, akan ditunjukkan bahwa Bapak dan ibu memang layak mendapat pengakuan dan penghargaan sebagai editor,” tambah wanita yang juga menjadi salah satu dari dua asesor ini.

Sertifikasi profesi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik. Sesuai dengan Perpres Nomor 8 Tahun 2012, Sertifikasi Kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional, dan/atau Standar Khusus (Rosmalia & Triana, 2017).

Secara yuridis-normatif, tujuan sertifikasi dalam bidang penulisan dan penerbitan merupakan amanat dari Undang-undang Sisbuk Nomor 3 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Sisbuk, yaitu untuk menjamin mutu dan standar pelaku perbukuan.

LSP-PEP memiliki empat skema sertifikasi, yaitu Penulis Buku Nonfiksi, Penyuntingan Naskah, Penyuntingan Akuisisi, dan Penyuntingan Substantif. Namun, pada kesempatan kali ini, sebagian besar editor LIPI Press hanya mengikuti Sertifikasi Skema Penyuntingan Naskah melalui jalur portofolio. Dalam uji sertifikasi ini, selain verifikasi portofolio, peserta juga harus mengisi tes mengenai penyuntingan naskah, dan wawancara satu per satu.*/mfs

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi