Hanya Tiga Hari, Program Magang LIPI Press ‘Diserbu’ 543 Pelamar
Oleh Administrator

Hanya Tiga Hari, Program Magang LIPI Press ‘Diserbu’ 543 Pelamar

06 Oktober 2020  |  Berita

Jakarta-Tiga hari diunggah di media sosial LIPI Press, program magang LIPI Press periode Oktober–Desember 2020 telah diserbu oleh 543 pelamar. Angka ini terbilang cukup fantastis dan di luar ekspektasi. “Iya, ada 543 pelamar. Kami tidak berpikir akan memperoleh data pelamar sebanyak itu, apalagi dua di antaranya adalah mahasiswa internasional, dari Sun Yat Sen University dan International Islamic University Malaysia (IIUM),” terang Plt. Kepala Seksi Penyiapan Bahan dan Produksi LIPI Press, Risma Wahyu Hartiningsih.

Risma menuturkan bahwa informasi mengenai program magang ini direncanakan diunggah ke media sosial LIPI Press selama lima hari. Namun, membeludaknya peserta yang mendaftar membuat lowongan ini ditutup lebih awal. “Kami merencanakan akan membuka informasi ini ke publik melalui media sosial LIPI Press pada tanggal 9 hingga 15 September. Akan tetapi, banyaknya jumlah peserta yang mendaftar membuat kami terpaksa menutup informasi tersebut pada 11 September 2020,” ujar Risma.

Ini adalah program magang kedua yang ditampilkan di media sosial LIPI Press. “Pada program magang sebelumnya, kami memberikan kesempatan magang kepada para generasi muda untuk menjadi tim multimedia LIPI Press. Sementara itu, program magang kali ini menyasar generasi muda yang ingin bergabung menjadi editor bahasa (Indonesia dan Inggris) serta editor visual,” ungkap wanita yang juga seorang Pranata Humas Muda tersebut.

Risma menambahkan bahwa terdapat tiga seleksi yang dilakukan untuk menjaring peserta hingga ke tahap akhir: tes administrasi, tes akademik (menyunting dan menerjemahkan), dan tes wawancara. “Ketika proses seleksi berlangsung, kami melihat bahwa ada peluang dari sekian ratus pelamar yang kiranya cocok untuk mengisi posisi magang sebagai tim media sosial.  Dengan demikian, selain mendapatkan peserta magang sebagai editor bahasa dan editor visual, kami juga memperoleh peserta magang untuk memperkuat tim media sosial. Terpilih lima editor bahasa Indonesia, lima editor bahasa Inggris, delapan editor visual, serta delapan editor media sosial,” kata Risma.

Sebelum memulai aktivitasnya, pada Senin (5/10) peserta magang terpilih sejumlah 26 peserta tersebut dibekali dengan serangkaian penjelasan dan pengenalan tentang apa, siapa, serta bagaimana sistem dan iklim kerja di LIPI Press. Pembekalan ini dimaksudkan untuk menciptakan budaya komunikasi yang baik antara LIPI Press dan para peserta magang, juga agar terjadi perkenalan yang lebih erat antara keduanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala LIPI Press, Prapti Sasiwi. Prapti berharap program magang ini dapat menjadi ajang belajar bagi kedua belah pihak. “Selamat atas prestasi teman-teman magang sehingga dapat terpilih dan bergabung bersama kami. Bukan hanya teman-teman magang yang dapat belajar dari proses bisnis penerbitan di LIPI Press, namun kami juga tentunya akan merasa terbantu dengan kehadiran serta keterlibatan teman-teman. Semoga kita dapat sama-sama belajar, mendalami, dan menghayati setiap peran dan tanggung jawab yang kita emban melalui kegiatan magang ini,” tutur Prapti.

Selaras dengan kebutuhan organisasi di LIPI Press serta untuk menumbuhkembangkan semangat kaderisasi dan knowledge sharing, program magang LIPI Press ini juga merupakan salah satu kontribusi LIPI untuk turut andil menyediakan fasilitas magang bagi para mahasiswa. Ini sejalan dengan anjuran Presiden Joko Widodo sebagai bentuk implementasi konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. “Bahwa mahasiswa diberi akses dan didukung untuk belajar kepada siapa saja dan di mana saja, yang bisa memberikan pengetahuan, yang bisa memberikan keterampilan baru yang relevan, dan dibutuhkan oleh masyarakat dan industri,” terang orang nomor satu Indonesia saat ini. /spd/ /ed: rwh dan npi/

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi