Indonesia dan Diplomasi Irian Barat 1949–1962: Memanfaatkan Perang Dingin
Oleh Administrator

Indonesia dan Diplomasi Irian Barat 1949–1962: Memanfaatkan Perang Dingin

24 Januari 2021  |  Buku

Penulis: Siswanto

Sejarah diplomasi Indonesia dalam sengketa Irian Barat mengungkap peristiwa-peristiwa penting atau fakta sejarah yang berharga untuk dipelajari, misalnya peristiwa sekitar penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia yang melibatkan sejumlah pelaku sejarah, di antaranya Ketua Delegasi Belanda Van Maarseven dan Ketua Delegasi Indonesia Moh. Hatta. Indonesia memanfaatkan situasi Perang Dingin dengan melakukan diplomasi kepada Amerika Serikat maupun Uni Soviet, yang merupakan pelaku utama Perang Dingin, untuk mendapatkan dukungan yang signifikan kepada Indonesia dalam penyelesaian sengketa Irian Barat.

Buku ini tidak hanya mengulas langkah-langkah diplomasi Indonesia menghadapi Belanda dalam sengketa Irian Barat, tetapi juga bertujuan memberi informasi dan paparan sekitar diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan integrasi Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Selain itu, buku ini juga menggambarkan strategi dan taktik diplomat Indonesia dalam melakukan negosiasi untuk mempertahankan Irian Barat. Mereka adalah Muhammad Hatta, Soebandrio, Adam Malik, Soenaryo, dan Muhammad Roem. Pemikiran, gagasan, ide, serta aksi dari para diplomat dan negarawan yang berpikir keras untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi diplomat Indonesia di masa mendatang.

Copyeditor M. Sidik
Layouter : Siti Qomariyah dan Rahma Hilma Taslima
Cover designer  : Dhevi EIR Mahelingga
Registrasi : ISBN 978-602-496-185-5 (cetak) 978-602-496-184-8 (e-book)
Halaman : xvi + 212 hal.
Dimensi : A5 (14,8 × 21 cm)

©2020 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi