Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia
Oleh Administrator

Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia

18 Januari 2021  |  Buku

Penulis: Cahyo Pamungkas; Yogi Setya Permana; Septi Satriani; Saiful Hakam; Anggi Afriansyah; Amin Mundzakkir; Sri Yanuarti; Usman; Saiful Rohman; Ibnu Nadzir

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat dekat dengan keberagaman. Terdiri dari kurang lebih 1.300 suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, setiap suku tersebut memilki budaya, bahasa, dan cara hidup yang berbeda-beda, bahkan dapat juga menganut sistem kepercayaan atau agama tersendiri. Terbukti, dengan kekayaan perbedaan tersebut, Indonesia dapat berdiri sebagai bangsa dan negara yang merdeka.

Namun, sejak 2005 kita dihadapi pada fenomena baru, yakni meningkatnya kasus intoleransi dan radikalisme yang mengatasnamakan isu primordial, seperti agama dan etnis. Mudah saja jika kita mengasumsikan bahwa konflik semata terjadi karena kesalahpahaman antarkelompok semata, atau sebagai akibat dari kesenjangan ekonomi yang menimbulkan kecemburuan sosial. Padahal, yang sebenarnya terjadi tidak lah sesederhana itu.

Buku bungai rampai ini akan menelusuri serta menguak kasus-kasus intoleransi dan radikalisme yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Data terkini yang telah dikumpulkan melalui observasi mendetail di lapangan serta wawancara eksklusif dengan narasumber yang kompeten akan dianalisis dengan metode ilmiah untuk menghasikan suatu temuan dan kesimpulan yang berkualitas. Dengan demikian, diharapkan buku bunga rampai ini dapat menjadi katalis bagi para pembacanya untuk dapat membangun kehidupan yang lebih positif dalam bingkai keindonesiaan di lingkungan masing-masing.

Copyeditor  Tantri Dwi A.
Layouter :  Martinus Helmiawan dan Noviastuti Putri Indrasari
Cover designer  : Dhevi EIR Mahelingga
Registrasi : ISBN 978-602-496-169-5 (cetak) 978-602-496-168-8 (e-book)
Halaman : xiii + 363 hal.
Dimensi : A5 (14,8 × 21 cm)

©2020 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi