Kearifan Lokal dan Gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Oleh Administrator

Kearifan Lokal dan Gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

03 Maret 2021  |  Buku

Penulis: Henny Warsilah

Prediksi Eko Budihardjo soal “Urban Suicide” tampaknya sedikit banyak telah terbukti. Para pengelola kota-kota di Indonesia seringkali secara sadar justru membuat kebijakan pembangunan kota yang malah merusak keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan. Begitu pun dengan apa yang terjadi di kawasan pesisir Teluk Benoa, Bali. Rencana reklamasi yang akan dilakukan di daerah tersebut dapat berakibat pada tergusurnya pura-pura yang menjadi sentral peribadatan umat Hindu, selain dampak kerusakan ekologis yang ditimbulkan.

Buku ini akan mengulas persoalan-persoalan yang muncul terkait rencana reklamasi Teluk Benoa, dan respon seta aksi dari elemen masyarakat yang menentang rencana tersebut. Lebih lanjut, buku ini menawarkan solusi jitu untuk memecahkan persoalan ini melalui pendekatan pembangunan inklusif berkelanjutan. Kearifan lokal masyarakat Bali akan menjadi inti dari pendekatan yang dirancang di dalam buku ini.

Buku ini sangat tepat dibaca bagi para pemerhati lingkungan serta masyarakat umum, agar dapat mengambil banyak pelajaran dari kasus penolakan reklamasi di Teluk Benoa. Sementara bagi para pengambil kebijakan, khususnya pengelola kota, dapat mengaplikasikan pendekatan pembangunan inklusif yang ditawarkan buku ini dalam berbagai kesempatan.

Copyeditor M. Sidik dan Martinus Helmiawan
Layouter : Landi Achmad dan Rahma Hilma Taslima
Cover designer  : Dhevi EIR Mahelingga
Registrasi : ISBN 978-602-496-178-7 (cetak) 978-602-496-179-4 (e-book)
Halaman : xxvii + 186 hal.
Dimensi : A5 (14,8 × 21 cm)

©2021 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi