Knowledge Sharing dan Bedah Buku: Perempuan Kepala Daerah
Oleh Administrator

Knowledge Sharing dan Bedah Buku: Perempuan Kepala Daerah

15 September 2020  |  Berita

Jakarta - Senin (14/9), LIPI Press menyelenggarakan webinar bedah buku bertajuk “Knowledge Sharing dan Bedah Buku: Perempuan Kepala Daerah, Oligarki, dan Penanggulangan Kemiskinan Berperspektif Gender”. Acara tersebut dihadiri oleh 89 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti dosen, mahasiswa, dan masyarakat pemerhati gender serta pemilihan kepala daerah.

Kegiatan webinar ini bertujuan untuk melihat sisi lain perempuan, khususnya sebagai kepala pemerintahan di tingkat lokal, termasuk peran dan kinerja perempuan dalam merencanakan, menyusun, dan melaksanakan program kerja selama masa jabatan. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan agar publik semakin awas dan waspada terhadap berita-berita yang menyangkut gender, perempuan, dan kepala daerah menjelang ajang pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.   

Secara khusus, Knowledge Sharing dan Bedah Buku kali ini dilakukan untuk dua judul buku terbitan LIPI Press, yaitu Perempuan Kepala Daerah dalam Jejaring Oligarki Lokal serta Perempuan Kepala Daerah dan Penanggulangan Kemiskinan Berperspektif Gender di Indonesia.

Dalam sambutannya, Risma Wahyu Hartiningsih, S.S. selaku Plt. Kepala Seksi dan Penyiapan Bahan dan Produksi LIPI Press menyampaikan bahwa “Pemilihan dua buku terbitan LIPI Press pada webinar yang kedua di tahun ini didasari oleh isu strategis yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu Pilkada 2020 yang sebentar lagi digelar. Semoga materi yang kita bahas dan diskusikan pada kegiatan hari ini dapat menambah ilmu dan wawasan kita mengenai kiprah dan kinerja sosok perempuan yang bertugas sebagai kepala daerah,” jelasnya.  

Risma juga menambahkan bahwa kegiatan bedah buku seperti ini adalah upaya LIPI Press sebagai salah satu satuan kerja di LIPI untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian LIPI yang layak diketahui oleh publik. “Melalui acara knowledge sharing dan bedah buku seperti ini LIPI Press berupaya untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset penelitian di LIPI yang dikemas dalam bentuk buku ilmiah agar masyarakat dapat merasakan dan mengetahui kontribusi LIPI bagi kemajuan negeri,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Pranata Humas Muda LIPI ini.

Pada kesempatan tersebut, hadir dua narasumber yang menjadi pembahas, yaitu Dr. Kurniawati Hastuti Dewi, S.IP, M.A. (Hons.) selaku penulis buku dan Dr. Sri Budi Eko Wardani, S.IP., M.Si., selaku pembahas ahli dari Universitas Indonesia. Acara ini terbagi dalam dua sesi, yakni sesi penyampaian materi dan sesi diskusi. Diskusi dipandu oleh Sarwendah Puspita Dewi selaku moderator yang juga sebagai editor di LIPI Press.

Dalam paparannya, Kurniawati selaku penulis mengeksplor kandungan kedua buku yang ditulisnya bersama tim. Selain itu, wanita yang biasa disapa Nia ini, juga menceritakan mengenai metode atau pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitiannya. Tak ketinggalan juga kesimpulan dari temuannya yang dikaitkan dengan kondisi realitas politik sehari-hari turut menyertai bahasan yang disampaikan dan menutup sesi penyampaian materi oleh beliau dengan sangat apik.

Sementara itu, Sri Budi Eko Wardani yang hadir sebagai pembahas buku, dengan sangat lugas membawa konteks isi buku ke dalam pandangan dimensi kehidupan yang lebih luas. Mengakarnya budaya oligarki di tengah keterpemilihan perempuan pemimpin merupakan satu fenomena klasik yang sulit dielakkan. Menurutnya, “Tanpa jejaring oligarki lokal, perempuan yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah akan menghadapi problem besar, seperti jaringan dan biaya politik,” tegas wanita yang biasa disapa Dani ini.

Berdasarkan hasil diskusi, hal lain yang menjadi perhatian adalah penelitian tentang kemunculan perempuan kepala daerah masih diejawantahkan dalam deretan angka dan statistika belaka. Belum terlalu banyak kajian-kajian yang menyasar kualitatif kepemimpinan seorang perempuan, katakanlah seperti sejauh mana hasil-hasil kinerjanya, utamanya dalam memperjuangkan kepentingan praktis gender sebagai salah satu upaya untuk mendorong demokratisasi lokal. Apalagi dari buku yang dibahas, terlihat bahwa strategi-strategi penanggulangan kemiskinan dengan perspektif gender juga belum terlalu maksimal dilakukan oleh seorang perempuan kepala daerah.

Acara diskusi berakhir menjelang pukul 12.00 WIB. Sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih dan apresiasi LIPI Press, para narasumber dan peserta mendapat sertifikat elektronik yang dikirimkan ke alamat surel seluruh peserta./spd/ed:mfs/

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi