LIPI Press Sambut Kunjungan Tim Arkenas
Oleh Administrator

LIPI Press Sambut Kunjungan Tim Arkenas

31 Januari 2020  |  Berita

Jakarta – Sebagai satu-satunya satuan kerja di lingkungan instansi pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi khusus dalam kegiatan penerbitan, LIPI Press memiliki tanggung jawab moral untuk selalu menghasilkan dan mengembangkan informasi hasil-hasil penelitian yang berkualitas, baik secara isi, pengemasan, maupun penyebaran terbitannya.

Selain itu, LIPI Press juga membuka kesempatan bagi instansi lain untuk melakukan studi banding, terutama dalam hal pengelolaan penerbitan ilmiah, khususnya terkait penelaahan dan penilaian (peer review), penyuntingan naskah, pengembangan dan desain naskah, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan karena LIPI Press sering mendapat kunjungan dari berbagai instansi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sebagian besar kunjungan yang pernah dilakukan, pada intinya bertujuan untuk menggali informasi terkait pengelolaan penerbitan ilmiah. Dalam setiap diskusi, LIPI Press juga diharapkan dapat memberikan saran dan ide bagi instansi lain untuk mengembangkan atau membentuk unit yang menangani penerbitan.

Sehubungan dengan itu, pada Kamis (30/1) LIPI Press kembali menerima kunjungan dari salah satu lembaga penelitian di Indonesia, yaitu Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas). Arkenas yang merupakan salah satu pusat penelitian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini melakukan studi banding terkait rencana pembentukan unit pengelola penerbitan di lingkungan Arkenas.

Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat LIPI Press, Gedung PDDI-LIPI, Lt.6 dan dihadiri oleh tiga orang peneliti perwakilan dari Arkenas yang disambut oleh Kepala Seksi Penyiapan Bahan dan Produksi beserta tiga staf editor LIPI Press.

Acara diawali dengan sambutan dan dilanjutkan dengan perkenalan serta penyampaian maksud dan tujuan tim Arkenas. Dalam diskusi tim Arkenas lebih menekankan penggalian informasi terkait peran dan kedudukan organisasi LIPI Press di lingkungan LIPI, mulai dari dasar dan sejarah pembentukan hingga tugas dan tanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, LIPI Press memberikan gambaran dan contoh serta kondisi beberapa lembaga yang juga telah membentuk dan memiliki unit penerbitan. Kepada tim Arkenas, LIPI Press memberikan beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan, khususnya terkait kedudukan organisasi dan sumber daya manusia (SDM) yang akan menangani kegiatan penerbitan.

Tidak seperti LIPI Press yang dalam susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) memang memiliki tugas dan fungsi dalam kegiatan penerbitan, beberapa lembaga yang turut membentuk unit pengelola penerbitan kesulitan dalam menjalankan keberlangsungannya. Hal ini terjadi karena sebagian besar SDM yang mengelola/menjalankan kegiatan penerbitan bukan merupakan tugas utama mereka, melainkan tugas tambahan yang dibebankan kepada mereka. Selain itu, dari aspek kebijakan dan anggaran juga sangat bergantung pada satker induk karena sebagian besar hanya merupakan unit “bayangan”, tidak seperti kedudukan LIPI Press. Selain itu, beberapa instansi yang telah memiliki unit penerbitan hampir semuanya berada dan ditetapkan oleh lembaga setingkat Eselon I, seperti Batan Press, IAARD Press (Kementan), dan LPB (Kemenkes), sedangkan Arkenas setingkat Eselon II. Oleh karena itu, hal-hal ini perlu menjadi perhatian untuk dipertimbangkan.

Dalam studi banding kali ini, diskusi juga dilengkapi dengan adanya isu berbagai rencana perubahan kebijakan lembaga riset secara nasional yang kemungkinan berdampak pada lembaga Arkenas dan LIPI Press. Di penghujung pertemuan, acara dilanjutkan dengan foto bersama. */mfs

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi