LIPI Press Selenggarakan Creative Talkshow “MENGHIDUPKAN IDENTITAS LOKAL MELALUI MEDIA VISUAL”
Oleh Administrator

LIPI Press Selenggarakan Creative Talkshow “MENGHIDUPKAN IDENTITAS LOKAL MELALUI MEDIA VISUAL”

24 Oktober 2019  |  Berita

Serpong – Rabu (23/10) menjadi hari pertama sekaligus pembukaan Indonesia Science Expo (ISE) 2019. Kegiatan ISE 2019 yang bertempat di ICE BSD ini diselenggarakan mulai dari 23-26 Oktober 2019. Pada kegiatan tersebut, LIPI Press ikut berpartisipasi melalui penyelenggaraan kegiatan Creative Talkshow dengan tema “Menghidupkan Identitas Lokal Melalui Media Visual”.

Kegiatan creative talkshow yang bertempat di Mini Stage ini menjadi salah satu rangkaian acara pada hari pertama ISE 2019. Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, seperti pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pegawai dari berbagai instansi.

Dalam sambutannya, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa LIPI Press mulai tahun 2020 akan menyelenggarakan kegiatan Akuisisi Pengetahuan Lokal dan menyediakan berbagai produk informasi secara gratis untuk publik. “Mulai tahun depan (2020), LIPI Press tidak lagi berorientasi menjual dan menyediakan buku dalam bentuk fisik, tetapi justru akan menyediakan berbagai produk informasi berupa buku, video, dan produk informasi lainnya yang dapat diakses secara terbuka melalui sebuah kanal publik domain yang dikelola oleh LIPI Press,” tegasnya.

Kepala LIPI juga menyampaikan bahwa LIPI Press mulai tahun 2020 akan memberikan reward bagi berbagai kalangan yang dapat menghasilkan atau membuat produk informasi. “Melalui kegiatan Akuisisi Pengetahuan Lokal, khususnya produk-produk informasi yang memuat konten bernilai pengetahuan dan kearifan lokal, baik dalam bentuk buku maupun video akan mendapatkan reward,” tambahnya.

Handoko berharap melalui kegiatan ini kekayaan Indonesia dapat didokumentasikan ke dalam produk-produk informasi yang mudah diterima dan dicerna oleh berbagai kalangan. “Bila selama ini buku-buku ilmiah hasil penelitian LIPI terkesan sulit dipahami maka melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyediakan sebuah konten dengan penyajian yang lebih sederhana, tetapi terverifikasi secara ilmiah. Harapannya, ke depan berbagai produk informasi mengenai kekayaan Indonesia dihasilkan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri, bukan oleh bangsa lain,” jelasnya.   

Acara Creative talkshow ini menghadirkan salah satu narasumber yang karya-karyanya selalu menghiasi Harian Umum Kompas, Khususnya edisi Kompas Minggu. Tujuan dari acara ini salah satunya adalah untuk menunjukan bagaimana kearifan lokal dapat diwujudkan ke dalam berbagai media informasi yang bisa dinikmati oleh masyakarakat secara luas. Hal ini terlihat dari berbagai karya Mice Cartoon, baik yang dimuat Kompas maupun yang diterbitkan dalam bentuk buku. Karya-karya Mice sebagian besar memotret tentang fakta laten, khususnya Jakarta.    

Dalam diskusi, Muhammad Misrad atau yang dikenal Mice Cartoon mengatakan bahwa kekayaan Indonesia tidak akan pernah habis untuk digarap ke dalam media visual. Terkait dengan proses kreatif pembuatan karakter kartun miliknya, Mice mengatakan bahwa dirinya melalukan riset dan mengombinasi berbagai karakter yang sudah ada sehingga menjadi karakter yang saat ini identik dengan dirinya. Soal tema cerita, beliau fokus mengangkat fenomena sosial yang ada di sekitarnya, yaitu masyarakat Jakarta dengan berbagai permasalahanya.  

Menjawab persoalan terkait proses kreatif pembuatan suatu karakter untuk cerita komik, Mice menekankan pentingnya memperkaya referensi. Menurutnya, “Sama halnya dengan seorang penulis atau pemusik, semakin banyak buku yang dibaca atau jenis lagu yang didengar, bisa menjadi referensi untuk memperkaya kaya ide dalam menghasilkan sebuah karya. Begitupun dengan membuat karakter sebuah kartun, kita juga harus memperkaya pengetahuan dengan melihat dan memperlajari berbagai karakter kartun yang telah ada, baik dalam maupun luar negeri,” jelasnya. 

Melalui pengalaman Mice yang telah berhasil “memotret” kondisi sosial masyarakat Jakarta ke dalam Media Visual dalam bentuk cerita Kartun, diharapkan dapat menginspirasi para peserta dalam melihat kerarifan lokal yang ada di sekitar mereka. Di penghujung acara, dilanjutkan dengan pembagian cendera mata berupa buku-buku terbitan LIPI Press untuk para peserta yang telah aktif bertanya.*/mfs/

Salah satu peserta bertanya pada Mice

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi