LIPI Press Selenggarakan Knowledge Sharing & Bedah Buku Sistem Pembiayaan Nelayan
Oleh Administrator

LIPI Press Selenggarakan Knowledge Sharing & Bedah Buku Sistem Pembiayaan Nelayan

10 Oktober 2015  |  Berita

Pada hari Jumát (9/10), LIPI Press menyelenggarakan Knowledge Sharing dan Bedah Buku Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi Kelautan: Sistem Pembiayaan Nelayan, bertempat di Gedung Widya Graha Lt. 4 LIPI Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesa Science Expo (ISE) 2015 ini menghadirkan sejumlah perwakilan dari tiga instansi pemerhati bidang nelayan, antara lain Mahmud Thoha dan Masyhuri, peneliti LIPI sekaligus penulis buku Sistem Pembiayaan Nelayan; Arief Wirianata dari Kementerian Kelautan dan Perikanan; dan Edi Setijawan selaku perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan. Beberapa perwakilan instansi terkait juga turut hadir sebagai peserta bedah buku, seperti sejumlah perwakilan bank, para akademisi dan praktisi, hingga para pemangku kekuasaan baik pusat maupun daerah.

Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi Kelautan: Sistem Pembiayaan Nelayan sendiri merupakan buku yang ditulis untuk memberi pemahaman kepada praktisi dan pengambil kebijakan bagaimana model pembiayaan yang sesuai dan cocok dengan karakter serta budaya nelayan. Sampai saat ini pemodal non-formal sangat berperan penting dalam menggerakkan usaha dan ekonomi nelayan. Sebaliknya, pemodal formal seperti bank kurang berperan dalam memberikan kredit dan pembiayaan, padahal potensi yang ada sangat besar.

Buku berbentuk bunga rampai ini ditulis oleh tim peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, yang terdiri dari Mochammad Nadjib, Masyhuri, Mahmud Thoha, Firmansyah, Zarida, dan Achsanah Hidayatina. Buku setebal 210 halaman ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2013 dan sampai saat ini masih menjadi salah satu acuan paling relevan bagi para pemerhati ekonomi nelayan.

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi