LIPI Press Sharing Penyuntingan Buku Ilmiah di Balitbangkes
Oleh Administrator

LIPI Press Sharing Penyuntingan Buku Ilmiah di Balitbangkes

21 Oktober 2019  |  Berita

Depok—Rabu (17/10), LIPI Press menghadiri undangan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan untuk berbagi pengetahuan terkait seluk-beluk penerbitan dan penyuntingan buku ilmiah.

Acara yang diselenggarakan di The Margo Hotel Depok ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Balitbangkes dalam rangka penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan kesehatan. Sekitar 48 peneliti dan pegawai Balitbangkes, Kemenkes hadir dan berpartisipasi dalam acara ini.

Pada kesempatan tersebut, hadir dua staf editor dari LIPI Press, Noviastuti Putri Indrasari dan Sonny Heru Kusuma. Novi, pada sesi pertama, berbagi ilmu dan pengalaman tentang penyuntingan naskah buku ilmiah. “Penyuntingan merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilakukan dalam proses penerbitan buku ilmiah. Diharapkan dengan penyuntingan, akan dihasilkan suatu buku ilmiah yang baik dan minim kesalahan sehingga bisa dinikmati oleh pembaca”, jelasnya.

Menurut Novi, penyuntingan tidak sekadar melihat tata bahasa yang digunakan dalam suatu naskah buku. Tata bahasa hanyalah salah satu dari tujuh aspek utama dalam penyuntingan. Enam aspek lain yang juga patut untuk diperhatikan dalam proses penyuntingan, antara lain keterbacaan dan kejelahan, konsistensi, kejelasan dan gaya bahasa, ketelitian data dan fakta, kelegalan dan kesopanan, serta ketepatan rincian produksi.

Pada sesi kedua, Sonny memberikan penjelasan terkait penyusunan kutipan dan daftar pustaka. “Dalam penulisan naskah buku ilmiah, seorang penulis harus menentukan jenis referensi dan daftar pustaka seperti apa yang ingin digunakan dan penulis harus konsisten dalam menggunakan jenis pustaka tersebut”, ungkap Sonny. Sonny juga memberikan penjelasan disertai contoh masing-masing jenis pustaka yang lazim digunakan dalam penulisan buku ilmiah, misalnya APA, CMS, MLA, dan Vancouver.

Dalam sesi diskusi, ada pertanyaan terkait perbedaan antara editor ahli dan editor teknis serta tugas dan tanggung jawab masing-masing. Selain itu, peserta juga menanyakan tentang editor dalam buku bunga rampai dan perbedaannya dengan dua editor yang disebutkan sebelumnya.

Esoknya, editor LIPI Press dilibatkan dalam kegiatan pendampingan penulisan buku dan kerja mandiri dengan tim penulis dan peneliti. Kegiatan ini merupakan finalisasi terhadap naskah-naskah Balitbangkes yang sedang disiapkan untuk terbit di Lembaga Penerbit Balitbangkes (LPB). Masing-masing tim penulis mempresentasikan draf naskahnya, kemudian beberapa pakar di bidang kesehatan yang juga diundang hadir diminta untuk memberikan masukan dan rekomendasi terkait naskah tersebut. Editor LIPI Press juga memberikan masukan dari segi penyusunan dan penulisan naskah buku ilmiah.*/npi/

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi