Menggugah Empati, Menarik Simpati: Kekuatan Etnografi Post-Kritis dalam Mendorong Kebijakan Berbasiskan Kebudayaan Lokal
Oleh Administrator

Menggugah Empati, Menarik Simpati: Kekuatan Etnografi Post-Kritis dalam Mendorong Kebijakan Berbasiskan Kebudayaan Lokal

26 Mei 2020  |  Buku

Penulis : M. Alie Humaedi
     
Menilik kelemahan dan kelebihan etnografi realis, studi kasus, dan etnografi kritis, diperlukan hadirnya etnografi yang bertumpu pada objektivitas subjek dan kritisisme dalam memperjuangkan subjek di tengah kebijakan. Pendekatan baru etnografi ini dapat dilabeli dengan terminologi “Post-Kritis”. Etnografi ini berpijak pada teori relativitas-subjektif Lyotard yang sarat dengan aspek kognisi50, khususnya simpati dan empati. Ia dapat menjadi jembatan untuk menengahi paradoks kebijakan dan kebudayaan sehingga memantik kesejahteraan subjek. Selain itu, pendekatan ini dapat memberikan ruang bagi negara dalam melaksanakan tanggung jawab dan tujuan bernegaranya. Hal ini terlihat jelas pada aplikasi empat penelitian etnografi.
 
Copyeditor Noviastuti Putri Indrasari
Layouter : Meita Safitri
Cover designer  : Dhevi E.I.R. Mahelingga
Registrasi : ISBN 978-602-496-131-2
Halaman : xi + 61 hal.
Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2020 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi