Menilik Perkembangan ASEAN, 50 Tahun dan Tetap Relevan
Oleh Administrator

Menilik Perkembangan ASEAN, 50 Tahun dan Tetap Relevan

28 Agustus 2021  |  Resensi

Menilik Perkembangan ASEAN, 50 Tahun dan Tetap Relevan

Ditulis oleh Arrizal A. Jaknanihan
Peserta Magang LIPI Press tahun 2021


Judul Buku : 50 Tahun ASEAN: Dinamika dan Tantangan ke Depan
Editor : Lidya Christin Sinaga, Khanisa, Faudzan Farhana, dan Pandu Prayoga
Penerbit  : LIPI Press
Tahun Terbit : 2019
Jumlah Halaman : xvii + 286 halaman
ISBN : 978-602-496-038-4 (cetak) 978-602-496-039-1 (e-book)
   

                                       

“Lamban” dan “tidak solutif”. Label tersebut kerap disematkan kepada ASEAN sebagai organisasi kawasan yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara. Melihat lambannya respons ASEAN dalam konflik-konflik kawasan, salah satunya krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar beberapa bulan terakhir, tidak heran bila label tersebut dilekatkan pada organisasi tersebut. Akan tetapi, bila melihat kembali kondisi ketika ASEAN pertama kali didirikan pada 1967, kondisi Asia Tenggara kini merupakan sesuatu yang sebelumnya tak terbayangkan. Lima dekade silam, situasi kawasan bak teater perang: Vietnam menginvasi Kamboja, Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia, dan banyak negara memiliki klaim perbatasan yang bersinggungan. Lima puluh tahun setelah ASEAN didirikan, tidak banyak yang menyangka bahwa kawasan ini dapat mencapai kondisi yang relatif damai seperti sekarang.

Sejalan dengan capaian tersebut, buku 50 Tahun ASEAN: Dinamika dan Tantangan ke Depan membahas proses transformasi ASEAN dari waktu ke waktu hingga akhirnya mencapai wujudnya sekarang. Peran Indonesia yang selama ini dianggap sebagai pemimpin de facto juga turut diulas dalam memengaruhi perkembangan organisasi ini. Meskipun sekilas mirip dengan buku Does ASEAN Matter? karya mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, buku ini lebih menitikberatkan pada studi kasus yang bersifat spesifik. Buku yang disunting oleh Lidya Christin Sinaga, Khanisa, Faudzan Farhana, dan Pandu Prayoga dari Tim Kajian ASEAN LIPI ini membahas berbagai isu yang berada di bawah pilar kerja sama ASEAN. Pilar yang menjadi fokus kerja sama tersebut dibagi menjadi tiga sesuai dengan visi Komunitas ASEAN, yaitu Political-Security Community, Economic Community, dan Socio-Cultural Community. Terakhir, buku ditutup dengan refleksi dan proyeksi mengenai ASEAN di tahun yang akan datang.

 

Berbagai Isu dalam Tiga Pilar Komunitas ASEAN

Pembahasan buku ini dibuka dengan ulasan mengenai transformasi ASEAN selama lima puluh tahun sejak didirikan. Bab I dan II secara berturut-turut menjelaskan peran penting Indonesia dan perubahan yang telah dialami ASEAN. ASEAN yang semula hanya beranggotakan Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia mengalami ekspansi hingga akhirnya beranggotakan 10 negara dan 6 dialog mitra di sekitar kawasan. Dalam hal ini, Indonesia memiliki peran besar dalam mendorong adanya transformasi ASEAN, mulai dari mendorong adanya prinsip noninterfensi dalam Treaty of Amity, menciptakan norma perdamaian, hingga ekspansi dari ASEAN yang menjangkau negara seperti Rusia dan Uni Eropa dalam forum-forumnya.

Setelah mengulas transformasi ASEAN, Bab III dan IV membahas isu yang berada pada pilar kerja sama pertama, yaitu politik-keamanan. Bab III membahas tentang perkembangan demokrasi dan HAM di ASEAN. Bab IV membahas cara penyelesaian sengketa perbatasan antarnegara ASEAN, contohnya seperti sengketa perbatasan Thailand-Kamboja dan Malaysia-Indonesia. Setelah membahas isu politik-keamanan, Bab V dan VI membahas isu di bawah pilar kedua, yaitu ekonomi. Bab V menganalisis konektivitas ASEAN yang menjadi salah satu tantangan utama dari integrasi ASEAN. Selain jarak yang jauh dari tiap negara, adanya ketimpangan ekonomi dan teknologi turut menjadi isu yang berusaha untuk diselesaikan dalam proses integrasi. Bab VI membahas tantangan dari pilar ekonomi ASEAN dan teknologi yang turut dihambat ketimpangan dari tiap-tiap negara.

Setelah mengulas kerja sama politik-keamanan dan ekonomi, buku ini membahas kerja sama sosial-budaya sebagai pilar ketiga ASEAN. Bab VII membahas kesuksesan visi people centeredness ASEAN; isu yang cenderung tidak bersifat politis sehingga kerja sama antarnegara cenderung lebih dapat dicapai. Bab VIII membahas isu unik mengenai HAM dalam bisnis, suatu norma yang sebelumnya dipandang tidak dapat disatukan. Serupa dengan itu, Bab VIII membahas pembangunan ekonomi kawasan yang berbasis penghargaan terhadap HAM. Pada bagian akhir, buku ini ditutup dengan ulasan mengenai tantangan yang dihadapi oleh ASEAN dari ketiga pilar tersebut, lalu relevansinya dengan Indonesia di ASEAN. Bab yang membahas isu seperti ancaman pada solidaritas ASEAN dan klaim Laut Cina Selatan tersebut dilanjutkan dengan Bab VIII yang memproyeksikan ASEAN dalam tahun-tahun mendatang.

 

Lebih Mudah Memahami ASEAN

Buku yang mengulas isu-isu penting ASEAN dalam tiga lingkup kerja sama ini merupakan tulisan yang mudah untuk dipahami. Meskipun beberapa istilah seperti perjanjian yang pernah dibuat ASEAN sekilas terdengar asing, penulis turut menjabarkan penjelasan mengenai prinsip kunci yang kerap muncul dalam buku, seperti non-interference, ASEAN centrality, dan consensus-building. Dengan demikian, pembaca awam tetap dapat memahami bahasan buku secara umum. Selain itu, fokus buku untuk membahas peran Indonesia dalam ASEAN turut membuat isu yang dibahas terasa relevan bagi pembaca, salah satunya yang dibahas dalam Bab I mengenai ASEAN sebagai “perpanjangan tangan” dari prinsip politik bebas-aktif.

Studi kasus yang diangkat pada tiap bab pun unik. Berbeda dengan buku lain seperti Asia’s Cauldron karya Robert D. Kaplan yang membahas Asia Tenggara dengan studi kasus negara per negara di tiap bab, bab dari 50 Tahun ASEAN: Dinamika dan Tantangan ke Depan membahasstudi kasus ASEAN berdasarkan isu yang tidak secara spesifik melekat hanya ke satu negara. Bab VII yang membahas tentang kerja sama budaya di ASEAN, misalnya, dapat menggambarkan tren isu tersebut di ASEAN secara umum tanpa membuat porsi yang tidak berimbang pada satu negara saja, kecuali Indonesia yang memang menjadi fokus dari bahasan buku.

 

Isu Terkini Belum Banyak Diulas

Meskipun isu yang diangkat berusaha menggambarkan perkembangan ASEAN secara umum, studi kasus tersebut belum menunjukkan koherensinya satu sama lain. Benar bahwa tiap bab dibagi berdasarkan tiga pilar kerja sama ASEAN. Namun, keterkaitan antarkasus kurang dapat ditemukan dalam buku ini. Pada bagian politik-keamanan, contohnya, pembaca awam sulit menemukan keterkaitan mengenai isu tentang konflik perbatasan dan promosi HAM yang berada pada dua tingkatan berbeda. Selain itu, beberapa isu penting belum mendapatkan porsi bahasan yang cukup dalam buku ini. Dalam Bab IV mengenai sengketa perbatasan, contohnya, sengketa yang dibahas belum turut memasukkan sengketa antara negara ASEAN dan mitra di luar negara anggota, contohnya seperti sengketa Vietnam-Tiongkok di Teluk Tonkin, yang padahal dapat memberikan contoh pembahasan bahwa ASEAN memiliki peran besar.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam pembahasan mengenai peran Indonesia. Meskipun sempat dibahas, banyak peran Indonesia di ASEAN yang lebih dapat dieksplorasi. Beberapa di antaranya adalah isu-isu yang saat ini tergolong high-profile seperti formulasi Regional Comprehensive Economic Partnership dan ASEAN Outlook on Indo-Pacific. Beberapa aspek transformasi lain seperti perluasan ASEAN melalui ASEAN Regional Forum dan kemitraan dalam ASEAN+6 juga belum cukup diulas. Alhasil, pembaca awam ditakutkan kurang dapat menemukan relevansi dari topik yang dibahas meski berbagai isu terkait politik luar negeri Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran di ASEAN.

Meskipun beberapa isu penting belum mendapatkan porsi bahasan yang cukup dalam buku, gambaran umum mengenai perkembangan ASEAN dapat dijelaskan dengan baik. ASEAN yang telah berubah dari organisasi yang tadinya dicap hanya sebagai “koalisi antikomunis” di Asia Tenggara hingga menjadi salah satu organisasi kawasan paling sukses dan beragam merupakan poin penting yang disampaikan dengan baik sejak bagian awal buku. Buku ini secara keseluruhan merupakan bacaan yang tepat untuk masyarakat umum, terutama bagi mereka yang tertarik pada dinamika organisasi kawasan dan politik luar negeri Indonesia.

Buku ini dapat diakses di situs resmi LIPI Press melalui tautan berikut: https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/50-tahun-asean-dinamika-dan-tantangan-ke-depan

Tags:  mendeley Webinar BRIN PenerbitBRIN PublikasiIlmiah WebinarMendeley Mendeley Webinar BRIN PenerbitBRIN PublikasiIlmiah WebinarMendeley Mendeley BRIN BRIN Webinar Silika Nano Jalan sengketa perbatasan kamboja laos Myanmar Thailand ASEAN Asia Tenggara ASEAN Asia Tenggara Asia Tenggara penerbit ilmiah penerbit BRIN ilmiah populer buku ilmiah kearfian lokal hiburan masa lalu Pengetahuan lokal penerbit BRIN buku tempe inovasi pangan olahan pangan pangan tempe ASEAN minat baca Benoa literasi Pengumuman Program Akuisisi Lokal A Program Pengetahuan Program Pengetahuan Pengetahuan Kafoa film dokumenter iptek gender iptek gender gender animasi komunikasi sains komunikasi sains Tokoh Publik Opini Akuisisi LIPI LIPI-Springer Magang Kegiatan Program editor buku perbukuan profesional editor profesi editor lsp editor buku terbaik buku terbaik Ubi Kayu bedah buku bedah buku Kearifan lokal akreditasi penerbit penerbit ilmiah buku ilmiah bunga rampai Lapan Pusfatja Lapan Sosialisasi penghargaan buku terbaik buku terbaik Balitbangkes Pulau Pari Scientific publisher manajemen penerbitan bunga rampai LIPI Press LIPI Ilmiah Penerbit penerbit LIPI Press Komnas HAM penerbit ilmiah buku ilmiah tulisan naskah cara mengedit editing edit Monev Kementerian PUPR IPB Press Studi Banding Studi Banding Zona Integritas Lokakarya Internasional Forum London Book Fair Buku Resensi Jasil Raker Sosialisasi Penerbitan Pameran Kerja Sama Frankfurt Book Fair Bedah Buku Sertifikasi LIPI Press ISO 9001:2008 ISO 9001:2008 Migrant CARE Riwanto Tirtosudarmo On The Politics of Migration Peluncuran Buku Pelatihan Penulisan Publikasi Ilmiah

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi