Menuju Era Baru Penelitian Sosial di Indonesia
Oleh Administrator

Menuju Era Baru Penelitian Sosial di Indonesia

15 Juni 2021  |  Resensi

Menuju Era Baru Penelitian Sosial di Indonesia

Oleh: Marcelinus Justian Priambodo (Peserta Magang Editor Bahasa Indonesia, LIPI Press)

 

Judul: Grand Design dan Panduan Program Laboratorium Sosial LIPI: Berbagi Pengalaman

Penulis : Muhammad Soekarni, Rucianawati, Ali Yansyah Abdurrahim, Heru Cahyono, Syarif Hidayat

Penerbit: LIPI Press

Tahun Terbit: 2019

Jumlah Halaman: xii + 70 halaman

ISBN: 978-979-799-966-7

Globalisasi merupakan serangkaian kemajuan peradaban yang membuyarkan batas-batas internasional dan membuka budaya ke arena baru. Hegemoni telah menaturalisasi ideologi kelas dan membawanya dalam bentuk-bentuk yang bersifat common sense. Terdapat dikotomi paradoksis antara globalisasi dan budaya. Globalisasi memiliki potensi untuk memobilisasi dan memberdayakan masyarakat, menyediakan sarana untuk representasi diri, mendukung identitas kolektif melalui sosialisasi, dan menyediakan peluang kerja. Di sisi lain, globalisasi juga menimbulkan salah tafsir terhadap informasi yang diterima, pelunturan nilai-nilai budaya, serta mendorong sikap individualistis dan konsumtif. Pola-pola perubahan perilaku dalam masyarakat ini tentunya perlu dicermati karena akan memengaruhi kebudayaan manusia kedepannya.

Kebudayaan terus berkembang sejalan dengan perubahan zaman bersamaan dengan proses pemikiran manusia. Melihat situasi politik dalam konteks Indonesia, bidang sosial dan budaya merupakan salah satu bidang krusial yang terdampak dari munculnya fenomena globalisasi modern. Globalisasi memiliki dampak positif maupun negatif, namun tidak mudah membuat garis batas yang jelas antara keduanya. Makna globalisasi tidak hanya bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Salah satu dampak positif globalisasi yaitu meleburkan perbedaan-perbedaan dalam setiap bidang kehidupan manusia karena hilangnya batas geopolitik antarnegara. Misalnya bidang kebudayaan pada westernisasi etiket akibat dari pluralisme budaya. Tidak hanya pada kebudayaan saja, globalisasi juga telah mengubah bagaimana organisasi di negara dunia ketiga, seperti Indonesia, dikelola. Globalisasi tidak hanya berkaitan dengan westernisasi etiket dan pluralisme budaya saja,tetapi juga perubahan cara manusia dalam berorganisasi.

Melihat perkembangan zaman yang sangat cepat, LIPI merespons dengan pembentukan Laboratorium Sosial (Labsos) LIPI. Dengan pembentukan ini, diharapkan mampu mewadahi penelitian sosial dan kemanusiaan yang memiliki komplesitas tinggi. Selain pembentukan Labsos, LIPI juga memberikan panduan program penelitian berupa buku berjudul Grand Design & Panduan Program Laboratorium Sosial LIPI: Berbagi Pengalaman. Penerbitan buku ini bertujuan mendorong minat para peneliti muda dan acuan para peneliti untuk meningkatkan kualitas penelitian dalam bidang sosial kemanusiaan. Berisi 70 halaman dan lima bab pembahasan, buku ini menjelaskan urgensi pembentukan, arah pengembangan, kerangka konseptual dan operasionalisasi, mekanisme pelaksanaan, dan penelitian lanjutan Laboratorium Sosial LIPI.

Kelebihan sekaligus hal yang menarik dalam buku Grand Design dan Panduan Program Laboratorium Sosial LIPI: Berbagi Pengalaman adalah pengunaan bahasa yang lugas, padat, dan ringkas dalam mengemas topik bahasan yang kompleks. Penggunaan bahasa yang lugas membuat pembaca dapat memahami isi buku ini. Selain itu, hal tersebut juga memengaruhi kondisi psikologis pembaca untuk terus melanjutkan pembacaan buku sampai selesai. Kekurangan yang terdapat dalam buku Grand Design dan Panduan Program Laboratorium Sosial LIPI: Berbagi Pengalaman adalah tidak adanya contoh penelitian yang telah mencapai desain besar buku ini.

Peningkatan Kualitas Berstandar Internasional

Belum banyaknya penelitian yang sampai pada tahap konsep, preposisi, model, dan teori yang diakui secara luas membuat penelitian-penelitian sosial dan kemanusiaan berhenti pada tahap penelitian dasar. Kondisi ini menjadi perhatian dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI. Setidaknya, terdapat dua hal yang menyebabkan kondisi tersebut, yaitu orientasi penelitian yang hanya mengarah pada rekomendasi kebijakan dan ketergantungan penelitian pada teori-teori ilmuwan asing. IPSK LIPI menyadari bahwa pembiaran kondisi ini akan membuat kualitas penelitian Indonesia dalam bidang sosial dan kemanusiaan tertinggal dengan negara lain serta menyebabkan ketidakmampuan bersaingnya hasil penelitian dalam kancah internasional. Selain itu, problematika tersebut dapat menurunkan minat penelitian yang akan memengaruhi penentuan kebijakan inovatif oleh pemerintah.

Salah satu usaha peningkatan kualitas penelitian sosial di Indonesia yang dilakukan oleh IPSK LIPI adalah membahas kembali definisi dan etimologi dari kerangka konseptual dan operasional penelitian itu sendiri. Hal-hal tersebut termuat dalam Bab III buku ini yang membahas kembali definisi, etimologi, dan contoh dari konsep, preposisi, model, dan teori. Dengan adanya pembahasan kerangka konseptual dan operasional penelitian, diharapkan peneliti dapat memperbaharui stock of social knowledge yang dimilikinya sehingga penelitian-penelitian selanjutnya tidak hanya sampai pada tahap konsep, preposisi, model, dan teori saja tetapi dapat melampauinya. Selain itu, usaha pendefinisian ulang ini menandai era baru penelitian sosial di Indonesia.

Solusi lain yang ditawarkan oleh IPSK LIPI yaitu dengan menerbitkan panduan penelitian sosial dan kemansusian bagi peneliti Indonesia. Kehadiran buku ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian menjadi standar internasional dengan menekankan pada perbaikan tatanan terkecil dalam penelitian itu sendiri. Para peneliti diharapkan dapat menghasilkan hipotesis yang inovatif dan progresif sehingga dapat diterapkan untuk pengembangan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Salah satu usaha peningkatan kualitas penelitiaan adalah peneliti diberikan kebebasan dalam menentukan tempat uji implementasi sehingga memperluas ruang gerak dan memperjelas ketepatan sasaran pengujian. Dari perbaikan-perbaikan tersebut, IPSK LIPI berharap mendapatkan hasil penelitian yang dapat diterapkan dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih kompleks.

Penelitian Tingkat Lanjut yang Diharapkan

Globalisasi memiliki potensi untuk memobilisasi dan memberdayakan masyarakat, menyediakan sarana untuk representasi diri, mendukung identitas kolektif melalui sosialisasi dan menyediakan peluang kerja. Hal ini harus kita manfaatkan karena proses globalisasi telah memudahkan kita dalam mengakses segala kebutuhan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Negara harus memiliki kinerja, performansi, dan eksistensi, baik di mata rakyatnya maupun di mata masyarakat internasional. Pendidikan di Indonesia harus mampu membuka perspektif baru dan perubahan besar bagi masyarakat. Bila hal itu terwujud maka orang Indonesia memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, dengan kata lain masyarakat akan menerima segala hal yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Penerbitan buku ini diharapkan menyempurnakan cetak biru dan desain besar penelitian sosial dan kemanusiaan di Indonesia. Hasil penelitian yang akan tercipta setelah membaca buku ini ialah mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan dipergunakan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan. Pada bab kelima buku ini, dijabarkan beberapa model penelitian yang berhasil diciptakan, antara lain model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, model pengelolaan air bersih berbasis masyarakat di daerah karst, model revitalisasi bahasa yang hampir punah, dan konsep adaptasi dan resistensi masyarakat adat. Adanya rujukan penelitian yang digagas IPSK LIPI diharapkan semakin menumbuhkan minat peneliti-peneliti muda dalam menuangkan pemikirannya demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Pemikiran kritis yang didapat dari pendidikan menjadikan kita memiliki penyelesaian yang rasional dan inovatif. Hal itu sangat diperlukan saat ini untuk menghilangkan adanya salah persepsi. Pemikiran kritis dapat digunakan dalam menganalisis budaya dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hadirnya IPSK LIPI melalui penerbitan buku Grand Design dan Panduan Program Laboratorium Sosial LIPI: Berbagi Pengalaman diharapkan mampu menjadi sarana dan wadah dalam menuangkan setiap pemikiran-pemikiran kritis orang Indonesia. Lebih jauh, hasil yang didapat dari penelitian sosial di Indonesia dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam mengembangan potensi daerahnya sehingga timbul pembangunan yang berkelanjutan.

Buku ini dapat diakses secara bebas melalui tautan berikut: https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/grand-design-dan-panduan-program-laboratorium-sosial-lipi-berbagi-pengalaman.

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi