Menyoal Aturan Penulisan Bunga Rampai, Pusfatja Lapan Undang LIPI Press
Oleh Sarwendah Puspita Dewi

Menyoal Aturan Penulisan Bunga Rampai, Pusfatja Lapan Undang LIPI Press

15 Oktober 2018  |  Berita

Pada Jumat (12/10) LIPI Press mendapat undangan untuk menyosialisasikan aturan penulisan bunga rampai kepada pihak Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lapan. Kegiatan yang dihadiri sekitar 40 peserta ini berlangsung selama satu hari, bertempat di Ruang Auditorium Pusfatja, Lapan, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Acara ini diselenggarakan guna menyelaraskan persepsi tentang penulisan bunga rampai antara pihak struktural, tim penilai jabatan fungsional peneliti serta teman-teman peneliti Lapan. Berawal dari kontrapersepsi antara peneliti dan tim penilai jabatan fungsional peneliti tentang aturan baku penerbitan buku ilmiah berbentuk bunga rampai, Pusfatja Lapan mengundang narasumber dari LIPI Press. Ini dikarenakan, LIPI Press sebagai penerbit ilmiah LIPI dinilai lebih mafhum terkait aturan penulisan buku, utamanya bunga rampai.

"Peneliti Pusfatja sudah pernah berkomunikasi dengan LIPI Press terkait penulisan bunga rampai. Lagipula LIPI Press dekat dengan (bagian dari) LIPI yang merupakan pihak yang berwenang membuat aturan tentang penulisan KTI sehingga aturan yang ditetapkan LIPI sebagai pembina peneliti pasti diketahui oleh LIPI Press", ucap Syarif Budhiman, M.Sc., Kepala Bidang Program dan Fasilitas Pusfatja, dalam pembukaan yang disampaikan.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Heri Budiarto, Ketua Penilai Jabatan Fungsional Peneliti Lapan, turut hadir dan menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini wacana tentang penulisan buku ilmiah, terutama bunga rampai, dapat dipahami dengan baik oleh para peneliti Lapan. 

"Melalui kegiatan ini semoga kita, khususnya teman-teman peneliti di lingkungan Pusfatja, dapat memahami dengan baik aturan penulisan bunga rampai sebagaimana ditetapkan. Akan lebih baik juga apabila karya yang dihasilkan dapat bermanfaat dari sisi poin maupun koin. Tentunya ini akan menambah semangat peneliti untuk menulis buku," ungkapnya.

Pria yang merupakan Peneliti Utama dari Pusat Teknologi Roket Lapan tersebut juga menuturkan betapa kompleks dan rumitnya menilai sebuah buku ilmiah. Banyak elemen-elemen buku yang harus diperhatikan, termasuk elemen yang sifatnya sangat teknis namun krusial.

"Kelengkapan dokumen, penulisan daftar pustaka, sitasi, hingga salah ketik adalah beberapa poin yang harus kami perhatikan. Tak jarang kami juga menemukan banyak kata yang tertulis menyatu, tanpa spasi," imbuhnya.

Dua narasumber dari LIPI Press, Prapti Sasiwi dan Sarwendah Puspita Dewi, menanggapi persoalan sekaligus harapan seperti yang telah disampaikan pihak Pusfatja Lapan melalui penyampaian materi berjudul "Manajemen Mutu dan Mekanisme Penerbitan" serta "Format dan Sistematika KTI Buku dan Bunga Rampai".

Prapti menjelaskan bahwa LIPI Press selaku penerbit ilmiah memiliki mekanisme penerbitan yang senantiasa dilakukan guna menjaga kualitas terbitan sehingga kesalahan teknis dari suatu terbitan dapat diminimalkan. 

"Ada aturan yang sudah berlaku di LIPI Press untuk mengelola naskah, dimulai sejak naskah diterima pada tahap awal hingga naskah siap untuk dicetak. Hal ini dilakukan agar terbitan yang dihasilkan dapat terbebas dari kesalahan atau paling tidak minim kesalahan," tutur wanita yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penyiapan Bahan dan Produksi ini. 

Sementara itu, Sarwendah mengawali presentasinya dengan mengkritisi salah satu buku bunga rampai pihak Pusfatja berjudul "Mangrove: Citra Penginderaan Jauh" yang dinilainya belum dapat dikatakan sebagai terbitan bunga rampai.

"Dalam bunga rampai ini, bab I langsung bertindak sebagai bab isi, tidak ada prolog maupun epilog. Padahal bunga rampai harus memiliki prolog dan epilog yang ditulis oleh editor untuk melihat serangkaian benang merah buku tersebut mulai dari bab awal hingga bab akhir," ucap wanita yang juga merupakan editor di LIPI Press tersebut.

Sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung kemudian membahas seputar aturan penulisan bunga rampai, akreditasi badan/unit penerbitan buku serta tata cara penilaian yang dilakukan oleh tim penilai jabatan fungsional peneliti di lingkungan Lapan. 

Pada akhir acara, Dr. Sri Wikanti Asriningrum selaku penutup acara, menyematkan harapan agar peneliti, struktural, dan jajaran tim penilai jabatan fungsional peneliti Lapan bersedia mengikuti peraturan yang berlaku tentang penulisan dan penerbitan karya tulis ilmiah (KTI), utamanya bunga rampai, sesuai ketentuan yang berlaku saat ini.

"Semoga dengan adanya acara hari ini, kita semua mau membuka mata, berlapang dada, dan menerima kondisi yang ada, bahwa ada sedikit perbedaan terkait peraturan penulisan bunga rampai yang mana pada saat ini bunga rampai tidak memerlukan abstrak, tetapi harus ada prolog dan epilog yang ditulis dalam bab. Selain itu, semoga jajaran penilai jabatan fungsional peneliti di lingkup Lapan dapat lebih bijaksana dalam menilai buku bunga rampai sesuai ketentuan yang berlaku saat ini sebagaimana telah disampaikan oleh narasumber dari LIPI Press," pungkasnya. /spd

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi