PERAN PENERBITAN BUKU ILMIAH DALAM MENDUKUNG DAYA SAING BANGSA
Oleh Administrator

PERAN PENERBITAN BUKU ILMIAH DALAM MENDUKUNG DAYA SAING BANGSA

28 November 2020  |  Berita

Jakarta – Upaya peningkatan produktivitas publikasi nasional telah cukup lama digaungkan. Akibatnya, sejak tahun 2016 dan diprediksi hingga 2019, jumlah publikasi nasional terus meningkat, walaupun secara keseluruhan jumlahnya masih berada di bawah beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Tailand.

Tersedianya publikasi ilmiah yang berkualitas tentu sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh lembaga penelitian. Hal ini karena publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator kinerja utama (IKU) bagi suatu lembaga penelitian. Selain melihat produktivitas dari sisi kualitas dan kuantitas, visibilitas dan aksesibiltasnya juga patut menjadi perhatian.

Bila upaya peningkatan produktivitas, aksesibiltas, dan visibilitas jurnal telah membuahkan hasil, tidak dengan buku ilmiah. Buku sebagai salah satu bentuk publikasi ilmiah, saat ini belum terlihat secara signifikan kontribusinya. Penerbit buku ilmiah, baik di perguruan tinggi maupun litbang, seolah hanya disibukkan dengan aktivitas penerbitan untuk kebutuhan kenaikan pangkat atau jenjang karier semata. Buku-buku yang diterbitkan masih didominasi dalam bentuk cetakan dengan oplah yang sangat terbatas. Oleh karena itu, di era ekosistem riset terbuka saat ini, penerbitan buku ilmiah dituntut untuk mampu berperan dalam upaya peningkatan produktivitas publikasi nasional dan terindek secara global.

Berkaitan dengan itu, pada Jumat (27/11) LIPI Press menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Peran Penerbitan Buku Ilmiah Dalam Mendukung Produktivitas Publikasi Bereputasi Internasional”. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran penerbitan buku ilmiah dalam mendukung daya saing bangsa, khususnya dalam aspek inovasi dan riset.

Pada kesempatan tersebut hadir lima narasumber yang memperkaya dan membekali peserta webinar. Pertama, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., selaku Direktur Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang membawakan materi terkait Regulasi Dikti yang Mendukung Penerbitan Buku Ilmiah dalam rangka Meningkatkan Produktivitas Publikasi Nasional. Kedua, Dr. Purnomo Ananto, M.M. selaku Ketua Umum Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia yang berbagi pengetahuan mengenai Peran dan Tantangan Penerbit Perguruan Tinggi dalam Rangka Mendukung Produktivitas Publikasi Nasional.

Selanjutnya, materi terkait Peran Penerbit Ilmiah dalam Menjaga Standar dan Kualitas Buku Ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Husein Avicenna Akil, M.Sc. selaku Wakil Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Hipenindo). Untuk memperkuat pemahaman peserta dalam memahami praktik penerbitan ilmiah, turut hadir Prof. Dr. Carunia Mulya Hamid Firdausy, M.A. selaku Ketua Dewan Editor LIPI Press yang berbagai mengenai pengalaman dan kiat-kiat Penerbitan Buku Ilmiah Bereputasi Internasional.

Dalam sambutannya, Kepala LIPI L.T. Handoko menyampaikan bahwa Publikasi sebagai salah satu sarana diseminasi hasil-hasil penelitian perlu melalui proses peer review untuk memastikan bahwa riset di akui di komunitas. Menurutnya, “penerbitan buku ilmiah ini penting untuk visibilitas hasil riset. Di era digital tantangan untuk penerbit dan penulis juga bertambah. Untuk penerbit, penjualan buku menjadi lebih susah, sedangkan untuk penulis, terkadang penulis juga diharuskan membayar biaya untuk menerbitkan karyanya,” jelasnya.

“Dalam mengatasi isu ini, LIPI Press menggunakan sistem OMP yang sama seperti OJS pada jurnal. LIPI Press juga mencanangkan join publishing dengan Springer untuk meningkatkan visibilitas eksistensi buku riset. Dari webinar ini diharapkan di masa depan peserta bisa bertukar pikiran ataupun berkolaborasi untuk meningkatkan eksistensi atau visibilitas riset,” tambah Peneliti Fisika yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Teknik LIPI ini.

Di era ekosistem riset terbuka, posisi buku ilmiah mau tidak mau mengalami perluasan makna. Kehadirannya tak bisa hanya dipandang sebagai alat kenaikan pangkat bagi para dosen dan peneliti, tetapi aksesibilitas dan visibilitasnya juga harus mulai diperhitungkan di era digital seperti sekarang. Upaya untuk mendukung publikasi ilmiah terindeks global dan sitasi nasional menjadikan penerbit buku ilmiah juga harus terus berbenah agar perannya menjadi kian strategis.

LIPI Press memiliki posisi yang strategis untuk turut andil dalam meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah. Melalui layanan penerbitan ilmiah yang profesional, inovatif, dan akuntabel, LIPI Press menjadi salah satu elemen penting yang mampu mendukung penyediaan publikasi ilmiah yang berkualitas dan bereputasi internasional. Salah satu inovasi yang telah dilakukan LIPI Press adalah penerapan Open Monograph Press (OMP) pada core business penerbitan ilmiahnya. Upaya ini telah dimulai sejak tahun 2015 dengan membuat sistem e-service publishing yang dikembangkan sendiri. Namun, sejak 2019 LIPI Press mulai menjajaki e-service publishing menggunakan Open Monograph Press (OMP), dan diterapkan penuh sejak tahun 2020. Ini mengukuhkan LIPI Press sebagai institusi pertama yang menerapkan OMP di skala (penerbitan) nasional.

Melalui OMP, peluang buku ilmiah terindeks global akan semakin besar dan hal ini akan berimbas pada peningkatan sitasi nasional kita. Melalui OMP buku-buku terbitan LIPI Press tersedia untuk publik dan dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.*/mfs

 

Rekaman kegiatan ini dapat disimak melalui: https://www.youtube.com/watch?v=PgB-zHFiM7U

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi