Perdalam Soal Penerbitan Buku, RUJUKAN Libatkan LIPI Press
Oleh Administrator

Perdalam Soal Penerbitan Buku, RUJUKAN Libatkan LIPI Press

30 Agustus 2019  |  Berita

Bogor – Kamis (29/8) di penghujung bulan Agustus, LIPI Press berkesempatan berbagi pengetahuan mengenai proses bisnis layanan penerbitan buku dalam acara Focus Group Discussion dengan temaKebijakan Layanan dan Infrastruktur Akses Terbuka”. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII-LIPI), Cibinong, Bogor.

Kegiatan FGD ini merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Pengelola Rumah Jurnal Keilmuan Indonesia (RUJUKAN), hasil kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti. RUJUKAN bertujuan untuk memfasilitasi pengelola jurnal yang memerlukan infrastruktur server dan aplikasi pengelolaan penerbitan jurnal. Hingga saat ini, terdapat 160 penerbit dan 294 jurnal yang dinaungi oleh RUJUKAN.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 19 peserta yang merupakan para pengelola jurnal elektronik. FGD kali ini bertujuan untuk menambah wawasan para peserta, salah satunya mengenai seluk-beluk proses penerbitan buku. Nantinya, melalui kegiatan ini akan dapat dilihat benang merah antara penerbitan buku dan penerbitan jurnal.

“Penyelenggaraan FGD ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada kita tentang hal-hal atau kegiatan lain yang beririsan dengan pengelolaan jurnal yang selama ini kita tekuni, misalnya tentang sarana TIK untuk organisasi pemerintah, perlindungan hak cipta untuk jurnal elektronik yang open access, serta pengelolaan layanan buku ilmiah di LIPI Press sehingga nantinya akan dapat kita lihat persamaan dan perbedaan antara pengelolaan buku dan jurnal,” ujar Dadan Ridwan Saleh dalam sambutannya selaku Ketua Pengelola RUJUKAN.

Pada kesempatan tersebut, hadir dua perwakilan LIPI Press, Sarwendah Puspita Dewi dan Rahma Hilma Taslima, keduanya menjelaskan terkait key process penerbitan di LIPI Press berikut kebijakan dan kompleksitas sumber dayanya, khususnya dalam kurun waktu satu dekade terakhir. 

“Sebagai satuan kerja yang bergerak sekaligus menjadi garda depan layanan penerbitan di lingkup LIPI, LIPI Press terus mengevaluasi diri dan berbenah untuk mampu meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah nasional. Penguatan jejaring iptek, sumber daya, dan penataan kelembagaan adalah beberapa fokus kegiatan yang terus kami perbaiki demi mewujudkan cita-cita tersebut,” tutur Sarwendah.

Dalam paparannya, Sarwendah yang merupakan salah satu editor di LIPI Press juga menyampaikan bahwa pada saat ini LIPI sedang mengembangkan sistem penerbitan ilmiah berbasis Open Monograph Press (OMP).

“Guna mendukung layanan penerbitan ilmiah berbasis elektronik sekaligus memudahkan akses pengguna serta efektivitas dan efisiensi diseminasi hasil terbitan LIPI, pada saat ini LIPI melalui satuan kerja LIPI Press dan Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI), sedang mengembangkan sistem layanan penerbitan ilmiah berbasis open monograph press (OMP). Prinsip kerja OMP ini adalah open access sebagaimana prinsip kerja open journal system (OJS),” tambah editor yang juga menjabat sebagai pranata humas pertama LIPI ini.

Pada saat sesi diskusi berlangsung, muncul pertanyaan yang salah satunya tentang manajemen e-book yang diterapkan oleh LIPI Press sehingga ranah pembahasan pun kemudian berkembang ke arah kebijakan hak cipta dan perlindungan yang melekat di dalamnya. Karena diseminasi terbitan melalui e-book masih tergolong baru di LIPI Press, banyak hal yang masih perlu untuk terus dievaluasi dan dikaji secara bertahap.

Melalui forum FGD ini, bukan hanya RUJUKAN yang kemudian memahami lebih jauh proses dasar penerbitan buku ilmiah seperti yang diberlakukan di LIPI Press, tetapi LIPI Press juga mendapatkan masukan-masukan baru terkait pengembangan layanan proses bisnis penerbitan untuk masa sekarang dan yang akan datang. */spd/

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi