Peringati Hari Buku, LIPI Press Gelar Knowledge Sharing dan Bedah Buku
Oleh Administrator

Peringati Hari Buku, LIPI Press Gelar Knowledge Sharing dan Bedah Buku

26 April 2021  |  Berita

Jakarta-Kamis (22/4), LIPI Press kembali menggelar kegiatan Knowledge Sharing dan Bedah Buku dalam rangka memeringati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. Kegiatan ini bertajuk “Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia”. Acara berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh masyarakat umum. Sebagai langkah penguatan tajuk kegiatan, LIPI Press menghadirkan Prof. (ris.) Cahyo Pamungkas, Ph.D. dan Anggi Afriansyah, M.Si. sebagai pemateri sekaligus penulis buku. Selain itu, LIPI Press juga turut mengundang Dr. Alexander R. Arifianto sebagai narasumber ahli yang merupakan peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University, serta pakar dalam bidang Politik Islam di Indonesia dan Politik Komparatif di Asia Tenggara.

Fenomena intoleransi dan politik identitas di Indonesia terjadi di setiap daerah. Hal ini karena setiap daerah memiliki keanekaragaman konteks, isu, aktor, kepentingan ekonomi-politik, dan dimensi identitas. Sesuai pernyataan Cahyo, bahwa intoleransi bersifat asymmetric regional intolerance. Salah satu faktornya adalah menguatnya konservatisme agama di masyarakat yang bukan hanya didorong oleh kebutuhan ideologi keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan oleh political entepreneurs. Apalagi terciptanya ekosistem yang mendukung bagi transformasi otoritas keagamaan ke dalam ranah politik.

Kasus intoleransi bahkan menyusupi bidang pendidikan, sebagaimana penjelasan Anggi dalam pemaparannya yang berjudul “Rohis, Persemaian Intoleransi, serta Ekosistem Pendidikan yang Menegasikan Orientasi Humanistik: Kasus Sekolah Menengah Atas di DKI Jakarta”. Bahwa adanya Rohis di sekolah muncul sebagai ruang positif untuk anak-anak mendapatkan hal-hal yang lebih baik. Akan tetapi, Rohis luput dari perhatian rentannya anak muda karena proyek humanisasi dalam pendidikan yang gagal. Hal ini disebabkan pendidikan belum menjadi bagian untuk membangun kesadaran politik.

Studi kasus dalam buku tersebut membahas topik yang tepat waktu dalam membahas masalah intoleransi politik identitas dan dampaknya terhadap berbagai komunitas serta agama minoritas di Indonesia. Kemudian, Alexander mengungkapkan bahwa buku ini dapat dilihat sebagai early warning tentang praktik intoleransi dan kekerasan di Indonesia, mengingat masih terdapatnya kasus-kasus intoleransi di beberapa daerah yang sebelumnya dianggap cukup toleran.

Kegiatan Knowledge Sharing dan Bedah Buku ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat semakin memahami bahaya terselubung isu intoleransi dan radikalisme. Dengan demikian, masyarakat bisa merespons fenomena tersebut dengan bijak sehingga tercipta masyarakat dengan rasa toleransi yang tinggi dalam keberagaman.

Rekaman kegiatan ini dapat disimak melalui: https://www.youtube.com/watch?v=HFZ9y1BA21I

 E-Book dapat dibaca melalui tautan: https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/intoleransi-dan-politik-identitas-kontemporer-di-indonesia


0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi