Perjalanan Seni Tradisi dan Hiburan di Masa Lalu
Oleh Administrator

Perjalanan Seni Tradisi dan Hiburan di Masa Lalu

16 Oktober 2021  |  Resensi

Perjalanan Seni Tradisi dan Hiburan di Masa Lalu:
Resensi Buku Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal

Oleh: Gabriella Berliana (Peserta Magang Periode ke-3 Tahun 2021)

 

Identitas Buku

Judul Buku : Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal
Penulis : Fandy Hutari
Penyunting : Markaban M. Anwar
Penerbit : INSISTPress
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : xviii + 246 halaman
ISBN : 978-602-0857-45-9

 

Identitas dan karakter sangat penting bagi setiap bangsa karena menjadi suatu pembeda dengan bangsa lainnya. Identitas sebuah bangsa tidak hanya berupa bahasa, tetapi juga kebudayaan yang sudah sepatutnya dijaga. Kebudayaan dapat menjadi akar pembentuk karakter bangsa yang kokoh. Namun,sangat disayangkan karena kebudayaan di Indonesia pada masa kini terancam hilang akibat kehadiran kehidupan modern yang banyak dilirik oleh para generasi muda.

Dari generasi ke generasi, kebudayaan Indonesia tampaknya makin tergerus seiring dengan berkembangnya kehidupan modern. Kehidupan modern yang lebih efisien dan minimalis perlahan-lahan menggeser berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Apalagi, jika ketidakpedulian masih melekat dalam diri masyarakat Indonesia. 

Saat ini, ada beberapa kebudayaan yang mulai hilang dari masyarakat. Misalnya, seni sandiwara yang kerap menjadi hiburan masyarakat Indonesia di masa lalu. Kini, keberadaannya mulai tergantikan semenjak hadirnya budaya film di Indonesia. Kesenian ini akhirnya akan punah apabila tidak ada kepedulian untuk melestarikannya. Menyikapi hal tersebut, LIPI Press melalui kegiatan akuisisinya berupaya untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal.

Sejak tahun 2020, LIPI Press telah membuka program akuisisi karya-karya seperti buku dan audiovisual yang mengandung pengetahuan lokal. Buku yang bertajuk Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal menjadi salah satu yang menerima insentif dari Program Akusisi.Melalui Program Akusisi ini, konten yang sarat akan informasi lokalitas menjadi lebih banyak dipahami dan dinikmati oleh pembaca.

Buku bertajuk Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal ini mengajak pembaca untuk melihat perjalanan seni tradisi dan hiburan di masa lalu.Buku ini dapat menuntun para pembacanya untuk menambah pengetahuan terhadap budaya masa lalu. Buku ini adalah bacaan informatif yang ringan untuk dibaca oleh siapapun dan layak menjadi buku acuan bagi para mahasiswa ilmu sosial dan humaniora serta pemerhati budaya.

Buku ini terdiri atas lima bab. Secara keseluruhan terdiri dari beberapa topik sepertiperkembangan seni sandiwara, kehadiran film dan layar bioskop di Indonesia, dan sejarah tradisi dan budaya lokal. Semua topik ini dibahas secara lengkap dan ringkas sehingga terbentuk satu informasi yang utuh dan berurut.

Penulis mengawali bab buku ini dengan pembahasan mengenai kesenian yang hampir punah, yaitu seni sandiwara. Di sini, kita dapat mengetahui dinamika perkembangan seni sandiwara dari masa ke masa. Mulai dari datangnya dua perkumpulan besar sandiwara yang dipimpin oleh Miss Riboet Orion dan Dardanella pada tahun 1925 dan 1926 hingga dibentuknya perkumpulan Sandiwara Penggemar Maya untuk menentang propaganda Jepang yang diselipkan lewat seni sandiwara. Bab ini memperlihatkan kepada pembaca bahwa seni sandiwara telah mengakar dalam kehidupan masyarakat pada masa lalu dan membentuk karakter kuat para seniman dan sastrawan Indonesia, misalnya Chairil Anwar. Oleh sebab itu, penting bagi kita—generasi penerus bangsa—untuk melestarikan seni sandiwara yang memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Indonesia.

Kemudian, pada bab kedua, penulis mengajak kita untuk lebih mengenal berbagai budaya lokal di Indonesia. Salah satunya adalah seni arsitektur rumah adat Betawi yang sarat akan unsur budaya berbagai etnik di tiap-tiap bagiannya. Kita mungkin masih bisa melihat rupa rumah adat ini lewat jejaring sosial. Namun, bukankah akan lebih menyenangkan apabila kita dapat merasakan tiap tekstur kayu dan suasana teduh dalam bentuk sesungguhnya?

Sayangnya, keberadaan rumah adat Betawi kini makin sulit ditemukan, kecuali di Setu Babakan. Di era serba modern ini, kehadiran rumah adat tergantikan dengan gedung-gedung bertingkat. Hal ini sekaligus menandakan kepada generasi penerus untuk berupaya melestarikan kebudayaan daerah karena apabila kita hanya mengikuti kehidupan modern dengan gedung-gedung bertingkat, perlahan rumah adat ini tak akan terlihat lagi kehadirannya di tengah-tengah kita.

Setelah mengenalkan berbagai kebudayaan lokal di Indonesia, penulis mengajak kita menyaksikan perjalanan layar bioskop di Indonesia yang diulas pada bab ketiga. Kisah perjalanan bioskop Indonesia diawali dengan sejarah kesuksesan film “Loetoeng Kasaroeng” yang menjadi film cerita pertama yang dibuat di Indonesia oleh perusahaan Java Film Company pada tahun 1926. Eksistensi film di Indonesia makin berkembang sejak film “Bicara” hadir pertama kali pada tahun 1929. Penulis pun melengkapi berbagai gambar pendukung yang dapat membangkitkan imaji kita meskipun beberapa gambar yang ditampilkan dalam buku tidak terlihat jelas karena termakan waktu,terutama gambar alat film bersuara yang didatangkan oleh R.C.A Company.

Setelah puas diajak menyaksikan perjalanan layar bioskop di Indonesia, penulis pun tak lupa mengenalkan para tokoh yang memiliki peranan penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia, seperti Wiranatakusumah V yang menyajikan “Loetoeng Kasaroeng” ke panggung sandiwara.Dikisahkan dalam bab keempat ini, kehadiran Wiranatakusumah menjadi hawa segar di tengah rasa bosan para penonton bioskop yang dulunya hanya dapat menikmati film-film komedi, propaganda, dan pemandangan. Selain itu, berkatnya pula,masyarakat kalangan bawah dapat menikmati panggung sandiwara film “Loetoeng Kasaroeng” yang filmnya hanya dapat disaksikan oleh kalangan terpelajar.

Pada akhir bab, penulis menutupnya dengan kenyataan menarik mengenai budaya sehari-hari yang kehadirannya melekat pada kehidupan. Misalnya, kebaya yang pada masa kini hanya dianggap sebagai pakaian adat ternyata memiliki peran yang bersinggungan dengan aspek-aspek kehidupan lain oleh masyarakat pada masa dulu. Buku ini menyebutkan adanya politik pencitraan yang kentara dalam gaya kebaya kaum perempuan Eropa yang berbeda dengan kaum pribumi. Bahkan, menurut Kees Van Dijk, identitas pakaian ini sama berbahayanya dengan identitas agama serta keyakinan politik. Melalui perbedaan ini, orang bisa saling hantam, tikam, dan bunuh seperti kasus yang menimpa seorang ahli botani dari Inggris, Dr. C.B. Robinson.

Padahal, pakaian hanyalah seperangkat kain penutup aurat. Namun, pada masa itu, pakaian juga menjadi lambang dari status sosial-ekonomi hingga politik. Tak terbayang hal remeh yang biasa dikenakan seseorang dapat membawa malapetaka bagi orang tersebut.

Dengan demikian, buku yang berjudul Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal inisangat layak untuk dibaca oleh siapa saja, mulai dari siswa, dosen, pengamat kebudayaan, hingga para pengambil kebijakan. Selain karena kedalaman riset pada setiap topik pembahasan, informasi yang diungkapkan oleh Fandy Hutari dalam buku ini benar-benar ringan. Oleh karena itu, buku ini dapat menjadi teman bacaan Anda di kala santai. Untuk membaca buku ini secara lengkap, Anda dapat mengeklik tautan berikut:

https://e-service.lipipress.lipi.go.id/press/catalog/book/386

Tags:  mendeley Webinar BRIN PenerbitBRIN PublikasiIlmiah WebinarMendeley Mendeley Webinar BRIN PenerbitBRIN PublikasiIlmiah WebinarMendeley Mendeley BRIN BRIN Webinar Silika Nano Jalan sengketa perbatasan kamboja laos Myanmar Thailand ASEAN Asia Tenggara ASEAN Asia Tenggara Asia Tenggara penerbit ilmiah penerbit BRIN ilmiah populer buku ilmiah kearfian lokal hiburan masa lalu Pengetahuan lokal penerbit BRIN buku tempe inovasi pangan olahan pangan pangan tempe ASEAN minat baca Benoa literasi Pengumuman Program Akuisisi Lokal A Program Pengetahuan Program Pengetahuan Pengetahuan Kafoa film dokumenter iptek gender iptek gender gender animasi komunikasi sains komunikasi sains Tokoh Publik Opini Akuisisi LIPI LIPI-Springer Magang Kegiatan Program editor buku perbukuan profesional editor profesi editor lsp editor buku terbaik buku terbaik Ubi Kayu bedah buku bedah buku Kearifan lokal akreditasi penerbit penerbit ilmiah buku ilmiah bunga rampai Lapan Pusfatja Lapan Sosialisasi penghargaan buku terbaik buku terbaik Balitbangkes Pulau Pari Scientific publisher manajemen penerbitan bunga rampai LIPI Press LIPI Ilmiah Penerbit penerbit LIPI Press Komnas HAM penerbit ilmiah buku ilmiah tulisan naskah cara mengedit editing edit Monev Kementerian PUPR IPB Press Studi Banding Studi Banding Zona Integritas Lokakarya Internasional Forum London Book Fair Buku Resensi Jasil Raker Sosialisasi Penerbitan Pameran Kerja Sama Frankfurt Book Fair Bedah Buku Sertifikasi LIPI Press ISO 9001:2008 ISO 9001:2008 Migrant CARE Riwanto Tirtosudarmo On The Politics of Migration Peluncuran Buku Pelatihan Penulisan Publikasi Ilmiah

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi