Potensi Pangan Fungsional Menuju Pola Hidup Sehat yang Optimal
Oleh Administrator

Potensi Pangan Fungsional Menuju Pola Hidup Sehat yang Optimal

08 Juni 2021  |  Resensi

Potensi Pangan Fungsional Menuju Pola Hidup Sehat yang Optimal

Oleh: Elvira Dhana Paramitha (Peserta Magang Editor Bahasa Inggris, LIPI Press)

 

Judul buku: Pangan Fungsional Berbasis Ubi Kayu Kaya Beta Karoten

Penulis: Enny Sudarmonowati, N. Sri Hartati Wahyuni, Hartati, Siti Kurniawati Ahmad Fathoni, dan Rikno Harmoko.

Penerbit: LIPI Press

Tahun Terbit: 2020

Jumlah Halaman: xx + 194 halaman

ISBN: 978-602-496-171-8

Fast food dan junk food sekarang ini menjadi primadona masyarakat karena penyajiannya yang cepat dan rasanya yang enak. Padahal makanan-makanan tersebut memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang rendah, bahkan mengandung kadar lemak yang sangat tinggi sehingga tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan oleh tubuh. Tingginya jumlah manusia yang terjangkit penyakit pada usia muda membuat masyarakat mempertimbangkan untuk mengonsumsi pangan yang dapat mencegah penyakit atau pangan yang dapat dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu.

Beberapa tahun belakang ini, keresahan tersebut akhirnya terjawab. Makanan itu adalah pangan fungsional. Dewasa ini, mengonsumsi pangan fungsional menjadi tren gaya hidup bagi banyak orang karena dinilai praktis dan sehat. Bahkan saat ini restoran atau toko makanan yang menyediakan produk khusus pangan fungsional sangat mudah dijumpai. 

Ubi Kayu sebagai Pangan Fungsional

Ubi kayu merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki potensi sebagai pangan fungsional. Alasan utamanya adalah keunggulan produksi serta mudahnya penanaman ubi kayu yang hanya membutuhkan input minimum berupa pupuk, pengendali hama, dan penyakit tanaman. Namun sayangnya, ubi kayu cenderung diidentikkan sebagai makanan kaum menengah ke bawah karena sedikitnya pengetahuan masyarakat mengenai kandungan ubi kayu. Ditambah dengan fakta bahwa ubi kayu sering difungsikan hanya sebagai makanan penambah karbohidrat sehingga membuat persepsi ubi kayu menjadi semakin berkonotasi negatif.

Buku Pangan Fungsional Berbasis Ubi Kayu Kaya Beta Karoten merupakan buku ilmiah terbitan LIPI Press yang membahas tentang betapa banyaknya manfaat ubi kayu sebagai pangan fungsional yang akhir-akhir ini banyak dicari oleh masyarakat. Meskipun ubi kayu bukan jenis asli Indonesia, dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, kini ubi kayu dapat memiliki kadar beta karoten lebih tinggi daripada kisaran normal. Tim peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI berhasil mengembangkan ubi kayu kaya beta karoten yang berperan dalam pencegahan penyakit sebagai pangan fungsional.

Buku ini memiliki tujuh bab inti yang masing-masing memiliki kesinambungan antara satu dengan yang lain. Bab awal didesain untuk men-trigger pembaca tentang pentingnya mengonsumsi pangan fungsional untuk kesehatan. Pada awal bab disajikan informasi tentang sejarah ubi kayu di Indonesia, diikuti dengan penjelasan tentang apa itu ubi kayu dan pangan fungsional. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan senyawa karetonoid yang merupakan sumber utama dari beta karoten.

Mengapa Senyawa Karetonoid Penting?

Senyawa karetonoid berfungsi sebagai antioksidan serta dapat menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, dan gangguan penglihatan pada usia lanjut. Pada pertengahan bab, dipaparkan cara pengembangan dan perbaikan sumber bibit ubi kayu yang mengandung kadar karetonoid tinggi. Ada banyak teknik yang disuguhkan dan tiap-tiap teknik tersebut juga ditelaah satu per satu secara rinci dengan melihat kelemahan dan keunggulan dari beberapa faktor, mulai dari faktor ketersediaan variasi sumber daya genetik tanaman, waktu yang dibutuhkan, tingkat kesulitan dari teknik yang digunakan, hingga ketersediaan biaya.

Pada akhir bab dipaparkan cara mengolah ubi kayu menjadi beragam jenis pangan. Pembaca juga diberikan penjelasan tentang stabilitas kandungan beta karoten dalam produk pangan. Bab ini sangat cocok bagi para pembaca yang menggeluti bisnis makanan karena terdapat banyak sekali olahan bahan pangan menjadi makanan yang bisa disukai semua orang.

Selain para pebisnis makanan, buku ini juga sangat cocok dijadikan referensi oleh para peneliti di bidang pertanian untuk mendukung pengembangan pertanian di masa mendatang, terutama yang memiliki ketertarikan pada budi daya tanaman dan teknologi molekuler. Tidak hanya peneliti, buku ini juga dapat dibaca oleh akademisi, mahasiswa, bahkan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada pangan fungsional dan ubi kayu.

Meskipun termasuk buku ilmiah, tetapi buku ini sangat mudah dibaca karena memiliki alur yang baik dan susunan kata yang terstruktur. Selain itu, buku ini juga dilengkapi gambar dan grafik yang dapat membantu pembaca memvisualisasikan maksud dari narasi. Kekurangan buku ini adalah terdapat beberapa istilah ilmiah yang cukup sulit dipahami oleh pembaca awam. Namun, buku ini dilengkapi dengan daftar istilah dan glosarium yang dapat dilihat di halaman paling akhir sehingga pembaca bisa mengetahui lebih lanjut istilah-istilah tersebut.

Buku ini dapat dibaca secara bebas melalui laman https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/pangan-fungsional-berbasis-ubi-kayu-kaya-beta-karoten.

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi