Tanaman Akumulator Merkuri Hg, Timbal Pb, dan Kadmium Cd untuk Fitoremediasi
Oleh Administrator

Tanaman Akumulator Merkuri Hg, Timbal Pb, dan Kadmium Cd untuk Fitoremediasi

26 Mei 2020  |  Buku

Penulis : Nuril Hidayati
     
Sudah banyak hasil riset yang membuktikan bahwa tanaman hiperakumulator dapat menjadi solusi untuk mem- bersihkan lingkungan tercemar dengan tingkat kontaminasi yang parah sekalipun dan lebih ekonomis dibandingkan cara konvensional. Pemanfaatan tanaman akumulator yang sudah berhasil ialah pembersihan Pb menggunakan tanaman Brassica  juncea  sehingga  menurunkan  kadar  Pb  tanah   dari 2.300 mg/kg menjadi 420 mg/kg (960 mg/kg) di New Jersey. Selain itu, tanaman Helianthus annus menurunkan  Pb  dari  635 mg/kg menjadi 478 mg/kg di Connecticut. Tanaman yang paling banyak digunakan untuk fitoremediasi dan telah memiliki prospek ekonomis ialah Populus sp. (Poplar) untuk fitoremediasi nitrat melalui produksi biomassanya yang tinggi. Contoh lain ialah keberhasilan penggunaan Chlamydomonas sp. dan Reono- tria sachalinensis untuk membersihkan lingkungan instalasi senjata kimia terkontaminasi arsen (As) hingga 600 mg As/kg di Jerman. Di pihak lain, Indonesia kaya akan sumber daya alam yang berpotensi sebagai bioakumulator. Besarnya prospek tanaman hiperakumulator dan berlimpahnya sumber  daya hayati yang tersedia di Indonesia menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan teknologi fitoremediasi. Untuk itu, dalam orasi ini, akan dipaparkan perjalanan riset penulis yang diawali dengan riset-riset reklamasi lahan terde- gradasi bekas tambang emas hingga prospek aplikasi hasil riset potensi tanaman hiperakumulator logam berat merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) serta pemanfaatannya untuk membersihkan lingkungan tercemar dengan teknologi fitoremediasi.
 
Copyeditor Risma Wahyu Hartiningsih
Layouter : Meita Safitri dan Rahma Hilma taslima
Cover designer  : Dhevi E.I.R. Mahelingga
Registrasi : ISBN 978-602-496-133-6
Halaman : xi + 61 hal.
Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2020 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

 

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi