Tingkatkan Produktivitas Penerbitan Buku, Badan Bahasa Gandeng LIPI Press
Oleh Administrator

Tingkatkan Produktivitas Penerbitan Buku, Badan Bahasa Gandeng LIPI Press

10 Agustus 2017  |  Berita

Jakarta - Rabu (2/8) Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan pertemuan penerbitan ilmiah. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Samudra, Lt.2, Rawamangun, tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 orang peserta yang merupakan peneliti di lingkungan Badan Bahasa.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan mengenai latar belakang dan harapan dari adanya pertemuan ini. “Kegiatan kali ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari pertemuan dengan LIPI terkait pembinaan fungsional peneliti di lingkungan Badan Bahasa. Melalui pertemuan ini diharapkan setiap tahun hasil penelitian dari Badan Bahasa dapat diterbitkan dalam bentuk buku yang sesuai dengan ketentuan,” tegasnya. “Ada beberapa program yang sudah diupayakan kerja sama dengan LIPI, dua di antaranya terkait diklat fungsional peneliti dan pengelolaan jurnal ilmiah.” 

Pria yang juga peneliti Bidang Pendidikan Luar Sekolah di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud ini juga menambahkan bahwa “Suatu hasil penelitian untuk mendapat respons perlu dipublikasikan, apa pun hasilnya. Apalagi jika penelitian tersebut berkaitan dengan kebijakan yang berdampak langsung kepada publik.” Oleh karena itu, beliau berharap buku-buku dari Badan Bahasa dapat diterbitkan LIPI Press melalui skema kerja sama. Alasannya, pertama, terjaminnya kualitas isi buku dan kedua adanya kepastian penilaian angka kredit bagi peneliti. “Untuk itu, dalam pertemuan kali ini dapat dijelaskan mengenai bagaimana persyaratan dan tata cara penulisan agar buku-buku dari Badan Bahasa dapat diterbitkan di LIPI Press. Hal ini diperlukan sebagai pemahaman bagi para peneliti di lingkungan Badan Bahasa sehingga dapat menyiapkan naskah buku sesuai dengan yang diharapkan LIPI Press,” tegasnya. 

Akan tetapi, beliau juga menekankan perlu adanya komunikasi antara tim penilai angka kredit dari Balitbang Kemdikbud, Badan Bahasa, dan LIPI. Hal ini diperlukan agar adanya kesamaan persepsi terkait penilaian terhadap buku-buku hasil penelitian yang sesuai dengan harapan.

Pada kesempatan tersebut, LIPI Press mendapat kepercayaan untuk menyampaikan materi mengenai manajemen mutu pengelolaan penerbitan ilmiah. Materi pertama disampaikan oleh Rahmi Lestari Helmi, S.Si., M.Si. terkait Kebijakan Mutu Layanan Penerbitan Ilmiah LIPI Press dan materi kedua tentang Prosedur dan Mekanisme Penerbitan di LIPI Press yang disampaikan oleh Muhammad Fadly Suhendra, S.Ikom.

Dalam paparannya, Rahmi Lestari Helmi yang juga menjabat sebagai Kepala LIPI Press menyampaikan perlunya hasil penelitian untuk dipublikasikan, “Peningkatan publikasi ilmiah diharapkan mampu meningkatkan daya saing bangsa. Apalagi peringkat produktivitas publikasi ilmiah Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Filipina.” Peningkatan kuantitas publikasi ilmiah ini tentunya dilaksanakan dengan tetap mengutamakan aspek kualitas. Penjaminan kualitas publikasi ilmiah ini tentunya tidak bisa hanya dilaksanakan oleh penerbit umum. “Tugas dan fungsi LIPI Press ada tiga, menjamin mutu terbitan, melakukan produksi, dan melakukan pemasaran hasil-hasil terbitan. Penjaminan mutu merupakan salah satu proses yang membedakan LIPI Press dengan penerbit umum,” tambahnya.

“Proses penjaminan mutu dimulai dengan adanya surat pengantar permohonan penerbitan dari kepala satuan kerja ketika penulis mengajukan naskah. Surat tersebut diperlukan sebagai jaminan awal bahwa tidak adanya pelanggaran etika ataupun plagiarisme di tingkat satuan kerja. Selanjutnya, penulis wajib mengisi pernyataan bermeterai pada formulir pengajuan naskah,” lanjutnya. Peneliti Muda Bidang Manajemen dan Bisnis ini juga menambahkan bahwa selain kedua upaya tersebut, setiap naskah yang dinyatakan lolos verifikasi pada tahap penerimaan naskah, akan melalui proses penelaahan dan penilaian oleh pakar atau ahli dalam bidang naskah. Pada tahap ini, naskah akan dibaca dan ditelaah oleh pakar/ahli yang ditunjuk, khususnya pada aspek substansi. Ketika naskah dinyatakan layak terbit dari aspek substansi, proses dilanjutkan ke tahap penyuntingan (copyediting). Pada tahap ini tata cara penyajian dan penulisan naskah diperiksa lebih detail, mulai dari tata bahasa hingga tata cara pengutipan. Upaya-upaya tersebut menjadi kunci dalam penjaminan mutu agar terhindar dari adanya praktik plagiarisme dan pelanggaran etika. 

Sementara itu, Muhammad Fadly Suhendra, S.Ikom. selaku staf editor di LIPI Press dalam paparannya mengenai Mekanisme dan Prosedur Penerbitan Buku menyampaikan perlunya perhatian serius penulis dalam mempersiapkan naskah. “Proses penelaahan dan penilaian naskah bukan untuk menghakimi dan menghukum penulis. Tetapi semata-mata untuk menjalankan proses penerbitan sebagaimana mestinya dalam menjaga kualitas hasil terbitan,” tegasnya. “Kondisi naskah dan sikap aktif penulis dalam merespons dan berkomunikasi selama proses sangat menentukan lama tidaknya penerbitan sebuah buku,” tambah pria yang juga menjabat sebagai fungsional pranata humas LIPI Press.   

Di akhir pertemuan disepakati pembentukan dewan editor di lingkungan Badan Bahasa yang bertujuan untuk menjamin dan menyeleksi naskah sebelum diserahkan ke LIPI Press. Upaya ini diharapkan dapat mendukung program kerja dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Bahasa dalam mengembangkan bahasa dan sastra di Indonesia agar mampu mempertahankan fungsinya, baik sebagai wahana komunikasi maupun sebagai wadah ekspresi estetika. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa serta mutu penelitian bahasa dan sastra dapat dilakukan dengan lebih baik melalui penyebaran informasi dan penerbitan media publikasi, baik buku maupun jurnal.*/mfs/

 

0 Komentar pada artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

Email yang dimasukkan tidak akan dipublish. Inputan yang bertanda * harus diisi